PALEMBANG, Fornews.co –Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona atau COVID-19 di Sumsel kembali mengumumkan penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sumsel. Berdasarkan data hingga saat ini total kasus positif di Sumsel yakni sebanyak 458 orang. Dimana, 30 persen merupakan tenaga medis di Sumsel.
Hal ini disampaikan langsung Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel, Prof dr Yuwono, Jumat (15/5).
Yuwono mengaku saat ini hampir seluruh rumah sakit rujukan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) di Sumsel ditemukan kasus positif pada tenaga kesehatan. Hal ini dikarenakan tingginya tingginya mobilitas tenaga kesehatan tersebut.
“Kalau untuk dokter saja, mereka bisa praktek di tiga rumah sakit, sehingga mungkin menjadi penyebab penularan dikalangan tenaga medis,” katanya.
Selain itu, kebanyakan tenaga medis yang terjangkit merupakan Orang Tanpa Gejala atau OTG) sehingga sulit untuk dideteksi. “Bukan hanya rumah sakit rujukan Kemenkes tetapi juga ditemukan di rumah sakit second line di Sumsel,” singkatnya.
Sementara itu, Direktur RS Muhammadiyah Palembang, Pangestu Widodo mengakui ada sekitar 28 tenaga kesehatan di RS Muhammadiyah Palembang (RSMP) yang terpapar COVID-19. Hal ini berawal pada 17 April lalu, dimana RSMP merawat pasien terkonfirmasi positif. Kemudian, tanggal 20 April pihaknya melakukan Rapid tes kepada tenaga kesehatan yang merawat pasien tersebut.
“Kondisi tenaga kesehatan ini baik saja tidak ada gejala,” katanya saat memberikan keterangan pers, Jumat (15/5).
Hasil rapid tes pun keluar dan menunjukkan hasil negatif. Kemudian, 5 Mei dilanjutkan dengan Swab dan pada 12 Mei hasilnya keluar dan didapati 28 kasus positif sedangkan 1 kasus negatif. Ke-28 tenaga kesehatan tersebut yakni 23 orang tenaga kesehatan, 1 pasien dan lima dokter yang merawat si pasien positif.
Pihaknya yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan isolasi terhadap tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif, dan seluruh peralatan yang digunakan pun telah dilakukan sterilisasi. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat di RSMP.
“Kami tentunya melakukan ini sesuai prosedur COVID-19, selain menggunakan APD tentu mewajibkan untuk menggunakan masker, mencuci tangan dan lain sebagainya,” tutupnya.
Untuk diketahui, saat ini sebanyak lima rumah sakit di Sumsel yang menjadi rujukan Kemenkes. Sedangkan untuk rumah sakit yang menjadi rujukan kedua atau second line yakni sebanyak 48 rumah sakit. (lim)
















