SEKAYU, fornews.co – RSUD Sekayu saat ini tengah menangani dua pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Selain itu ada 150 orang dalam pemantauan (ODP) yang dilakukan Dinkes Muba.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah pada Rakor dengan PMI Muba di pendopoan wakil bupati Muba, Rabu (01/04). Menurutnya untuk memastikan status ODP tersebut, apakah positif atau negatif, Dinkes tengah memesan rapid test sebagai alat uji anti bodi.
“Selain itu, ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona ini yaitu memutus langsung kontak virus tersebut, lalu putuskan rantai kehidupan dan perkembangan virus tersebut yang salah satunya dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat pelayanan publik. Kemudian kuatkan imunitas tubuh kita dengan perbanyak konsumsi buah-buahan dan makan-makanan berprotein tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Muba Beni Hernedi mengatakan, rakor ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan komunikasi PMI dengan Pemerintah Daerah terkait penanganan virus Corona.
“Informasi yang disampaikan dalam rapat ini akan menjadi panduan PMI melakukan kerja kedepan membantu Pemerintah atas nama kemanusiaan. Apalagi tahapan-tahapan pekerjaan kita tentu penanganan Covid-19 ini perlu melibatkan banyak orang,” katanya.
Untuk pembentukan Posko, tambah Beni, sangat dibutuhkan sebagai pusat informasi dan pusat bantuan kemanusiaan.
“Kami hari ini sudah memandang perlu membuka Posko. Jadi silakan bagi publik yang tergerak untuk membantu langsung mendonasikan ke Posko PMI Muba. Selain itu, Posko ini juga sebagai pusat informasi, paling tidak kita dalam melakukan penyemprotan disinfektan tepat sasaran serta baik dan benar,” tutur Wakil Bupati Muba ini.
Kepala BPBD Muba Indita Purnama menambahkan, setelah ditetapkannya virus Corona sebagai bencana nasional, Satgas Muba telah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait virus Corona. Selain itu penyemprotan disinfektan terhadap fasilitas umum sebagai upaya pencegahan juga telah dilakukan.
“(masyarakat) Yang masuk ODP rumahnya kita prioritaskan disemprot disinfektan,” ujar Indita.
Indita menerangkan, pihaknya juga melakukan pendataan per kecamatan bagi orang yang baru datang dari luar daerah Muba.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris PMI Muba Safaruddin mengatakan, PMI ingin koordinasi antarinstansi yang terlibat berlangsung baik dalam menjalankan langkah-langkah penanganan bencana ini.
“Kami sudah siap beras 6 ton, susu 900 kaleng, dan minyak sayur 900 liter kalau diformulasikan sudah tersedia 300 paket untuk bantuan sembako kepada warga terdampak virus Corona,” pungkasnya. (ije)
















