PALEMBANG, fornews.co – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumsel Mukhlisuddin mengingatkan setiap agen travel haji dan umrah di provinsi ini dapat terpercaya dan tidak mengecewakan masyarakat dalam pelayanannya.
“Saya berharap AMPHURI dapat menjadi pelopor dalam mewujudkan travel-travel umrah dan haji khusus yang terpercaya. Jangan banyak mengumbar janji yang berujung kekecewaan pada masyarakat. Saya tidak ingin ada pengurus travel umrah (PPIU) di Sumsel yang berurusan dengan hukum,” ujar Mukhlisuddin saat menerima audiensi pengurus Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sumbagsel di ruang kerjanya, Rabu (20/1/2021).
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil berharap sinergi antara Kemenag dan AMPHURI terus terjalin dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terkait penyelenggaraan haji dan umrah. Salah satunya dalam pembinaan manasik haji.
“Terkait pelaksanaan manasik haji, Kemenag telah memprogramkan manasik sepanjang tahun. AMPHURI Sumbagsel tentu memiliki pembimbing-pembimbing yang berserfitikat. Nanti bisa berkoordinasi dengan KUA Kecamatan atau Kemenag Kabupaten/Kota untuk bersama-sama memberikan pembinaan manasik haji kepada masyarakat,” kata Mukhlisuddin.
Ketua DPD AMPHURI Sumbagsel, Juremi Slamet mengatakan, AMPHURI saat ini menaungi sekitar 17 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Sumsel. Selain untuk berkoordinasi, kedatangan pengurus AMPHURI Sumbagsel adalah untuk meminta arahan dan pembinaan dari Kakanwil Kemenag Sumsel.
“Banyak PPIU yang baru, mohon disupport dan dibina. Juga mohon dukungannya dalam perizinan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus),” tutur Slamet.
Slamet membenarkan AMPHURI Sumbagsel memiliki para pembimbing bersertifikat. Dia pun menegaskan kesiapan AMPHURI membantu Kemenag dalam memberikan pembinaan manasik haji kepada masyarakat.
“Kami siap berkoordinasi dengan KUA dan Kemenag Kabupaten/Kota. Bila memang dibutuhkan, para pembimbing kami siap memberikan bimbingan manasik haji secara gratis, tidak perlu dibayar,” ucap Slamet.
Terkait penyelenggaraan umrah, menurut Slamet, pihaknya ingin sekali kembali memberangkatkan jemaah umrah. Namun lantaran pandemi Covid-19 masih terus mewabah, banyak kendala dan kesulitan yang dihadapi.
“Sebenarnya kami siap memberangkatkan umrah. Untuk itu, kami mohon arahan dari Kakanwil tentang bagaimana kami mengelola kegiatan umrah yang akan datang,” tutur Slamet. (yas)

















