PALEMBANG, fornews.co – Tari Ines Safitri (25), memilih untuk memodifikasi mobil Jimny Katana kesayangannya sebagai kendaraan offroad. Baginya, memiliki hoby dengan mobil yang bisa menembus medan ekstrem tersebut, agar bisa peduli dengan sesama (korban bencana alam).
Wanita berhijab asal Lampung, ini tergabung di Komunitas Suzuki Jimny Katana Indonesia (SKIn). Ia hadir bersama SKIners asal Lampung, lainnya untuk mengikuti Jambore Regional Sumatra (Jamregsum) 2 di Bumi Perkemagan Candika Palembang. Kegiatan yang dibuat oleh Komunitas SKIn berlangsung Sabtu (06/07) hingga beberapa hari ke depan.
Ines (begitu ia akrab disapa) menceritakan, awal mula kegemaran pada mobil Jimny Katana setelah mendapat cerita banyak dari kawan dekatnya yang ia rahasiakan namanya, akan keunggulan mobil jenis Jeep tersebut. Baginya keunggulan itu sendiri dari nilai positif, seperti kegiatan sosial (membantu korban bencana alam), survive (bertahan hidup) dan mandiri, serta peduli dengan alam.
Sambung Ines, hal lain yang menimbulkan ketertarikannya bergabung dengan komunitas ini dikarenakan rasa kebersamaan dan solidaritas dalam SKIn. “Jika suatu daerah mengalami sebuah bencana, maka dengan jaringan komunitas yang ada semua informasi dengan cepat bisa sampai,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, komunitas mobilnya ini banyak bergerak di bidang kemanusiaan, di antaranya penggalangan dana dan mengantarkan bantuan langsung ke lokasi yang sedang tertimpa bencana alam. Ini juga kemudian, jadi alasan baginya untuk memodifikasi mobilnya untuk bisa melalui jalur ektrem dengan bak kecil di belakangnya.
“Ini yang namanya komunitas. Bukan hanya sekedar berkumpul dan berhura-hura, tapi banyak kegiatan positif di dalamnya,” tuturnya.

Menurut Ines, yang membuat dirinya senang mengikuti kegiatan Jamregsum ini dikarenakan kegiatan tersebut memberi pembelajaran tetap hidup sederhana serta survive (bertahan hidup) dan mandiri.
“Banyak sekali manfaat yang positif. Bisa saja kita menginap di hotel, tetapi di sini kita sengaja membuat kegiatan menyatu dengan alam, anak-anak dari teman komunitas pun bisa belajar untuk Survive (bertahan dan mandiri) dengan kegiatan alam,” ujar Ines.
“Yuni Sarah”

Kegemarannya terhadap mobil Jimny Katana miliknya, ditunjukkan lulusan S1 Ekonomi Unila, bukan hanya perawatan yang baik. Tetapi ia menyematkan nama artis penyanyi pop ternama Indonesia, “Yuni Sarah” pada mobilnya.
“Iya mobil saya ini namanya Yuni Sarah, karena dia mungil dan cantik. Saya suka sekali dengan mobil ini,” ujarnya, seraya tersenyum. Warna hijau muda yang mendominasi mobilnya, tetap memberi kesan feminim pada mobil offroadnya itu, walau warna hijau dimaksudkan di sini padanan alam.
“Ya, Yuni Sarah ini berwarna hijau, karena saya suka dengan alam,” sambungnya, seraya mengatakan jika ia mengendarai sendiri mobil dari Lampung ke Palembang.
Di kemeriahan dan kehangatan dari para komunitas SKIn, Ines bersama Yuni Sarah, mempertontonkan kebolehan sekaligus memamerkan keindahan serta ketangguhan mobilnya yang membuat kagum SKIners saat menyaksikan bagaimana bodi (Jimny Kata)-nya berliuk-liuk di Bumi Perkemahan Candika.
Di tengah perbincangan, Ines meceritakan kalau dirinya membeli mobil tersebut seharga Rp28 juta. Namun, belum seperti (Yuni Sarah) sekarang. Banyak perbaikan yang dilakukan, tapi ia enggan menyebutkan nominal dana yang dihabiskan untuk mempercantik Yuni Sarah-nya itu.
“Beberapa perbaikan saya lakukan untuk mobil ini. Seperti ban, yang satuannya bisa mencapai Rp1 juta lebih,” kenang wanita kelahiran Way Hitam, Lampung, 1 Mei 1994 ini. (irwan september)
















