SEKAYU, fornews.co – Teknologi Mososa mulai merangsek masuk ke pangsa pasar Muba. Teknologi cara membuat pakan ternak dan pupuk organik ini diklaim dapat menambah pendapatan serta menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
Pemilik hak paten Teknologi Mososa, Hary Agus Wibowo menjelaskan, Mososa dalah teknologi berbasis limbah (solid sawit/limbah decanter) sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak & pupuk organik menjadi murah (60% di bawah harga standar) kualitas SNI.
Hary mengatakan, formulasi komplet (complet feed) yang dipergunakan yakni bekicot/keong/cacing, magot bsf dan aemua jenis vegetasi dialam seperti daun pisang, enceng gondok, rumput rumputan/alang alang, daun karet/sawit dan lain lain.
“Bahan ini diperoleh dengan membeli di masyarakat. Diperkirakan per hektar masyarakat dapat untung minimal Rp4 sampai Rp6 juta per bulan. Dengan demikian, semua harga ternak/ikan akan turun tetapi peternak tidak dirugikan. Demplot percontohan ada di belakang Makam Pahlawan, Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu,” jelas Hary saat dikonfirmasi di salah satu kediaman warga Desa Tanjung Agung Barat, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, (05/07).
Hary mengatakan, pihaknya akan mengadakan expo dengan memamerkan di antaranya, pembuatan pakan ternak ayam, pakan ikan lele, ikan patin dan lain lain. Kemudian pakan kambing dan sapi, pembuatan pupuk, obat tradisional ternak, teknologi modern berternak, budi daya keong.
Sementara, materi expo nantinya akan mengupas tentang pengentasan kemiskinan dengan memamerkan Teknologi Mososa berbasis Iimbah Solid Sawit. Penampilan pakan ternak dengan harga Rp3.500 hingga Rp5.000, sementara harga pasaran Rp8.000 hingga Rp10.000.
“Bahan baku semua ada di Muba seperti keong sawah, siput darat, rumput/Semak blukar, daun pisang, daun karet, daun hidrilla, cebok pisang, daun sawit, enceng gondok, cacing, belatung lalat BSF, dan lain lain,” tuturnya.
Ke depan, imbuh Hary, dengan ikutnya masyarakat menjalankan usaha ini, tentu menjadi lapangan kerja baru dan salah satu upaya untuk mendukung Pemkab Muba yang saat ini gencar mengentaskan kemiskinan. Dan yang paling utama, menurutnya, adalah meningkatkan pendapatan atau penghasilan masyarakat dengan ikut berperan aktif melihat peluang ini.
“Kami berharap Kalau seluruh perusahaan di Muba khusunya di ring 1 wilayah kerjanya, kiranya mendorong kami ke depan bersama pemerintah untuk membuat pabrik pakan ternak. Mudah-mudahan pabrik tersebut akan berdiri. Pembuatan pabrik sendiri berkisar Rp500 miliar,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Lais, Deni Sukmana mengatakan, sangat mendukung Teknologi Mososa karena konsep peningkatan pendapatan per kapita untuk membangkitkan semangat ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Untuk memaksimalkan potensi di desa dengan konsep sederhana, tinggal bagaimana kita menciptakan sumber pendapatan dari sekitar kita,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk pabrik pakan sudah ada di Petaling tapi pakan ikan. Imbuhnya, bila memang perlu, pabrik pakan ikan tersebut diubah menjadi pabrik pakan ternak.
“Saya akan kordinasikan dengan seluruh perusahan yang ada di wilayah kerjanya sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik ke depannya,” kata Deni Sukmana.(bas)
















