PALEMBANG, fornews.co-Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel melibatkan 170.304 personel pada Operasi Lilin Musi 2017 guna mengamankan perayaan hari raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
“Operasi ini melibatkan 170.304 personel, yang terdiri atas 90.057 personel Polri 20.070 personel TNI dan 60.177 dari instansi terkait beserta komponen masyakat lainnya,” terang Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, pada Upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Musi 2017 di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Jumat (22/12).
Zukarnain mengungkapkan, Operasi Lilin 2017 ini akan dilaksanakan terhitung mulai 23 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018, dengan mengedepankan kegiatan preventif didukung kegiatan intelijen dan penegakan hukum.
“Gabungan personel ini hendaknya dapat menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat sepanjang libur Natal dan Tahun Baru, khususnya di tempat-tempat ibadah, jalan-jalan perlintasan serta fasilitas transportasi yang akan digunakan, seperti terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan dan bandara,” ungkapnya.
Saat membacakan amanat Kapolri Tito Karnavian, Kapolda Sumsel menjelaskan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh personel pengamanan berikut kelengkapan sarana dan prasarana pendukungnya. Serta keterpaduan unsur lintas sektoral dalam pengamanan guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Perayaan Natal dan perayaan pergantian tahun yang bersamaan dengan libur sekolah, sambungnya, merupakan saat yang sangat dinantikan oleh masyarakat di seluruh penjuru dunia, dengan penuh kebahagiaan dan suka cita. “Diharapkan dapat terselenggara dengan nyaman, aman, lancar dan menjadi tugas kita sebagai aparat keamanan untuk memenuhinya,” jelasnya.
“Saya apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan Operasi Lilin 2017, semoga pengabdian dan kerja keras yang telah kita lakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Usai gelar pasukan apel, Kapolda Sumsel bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto dan Sekda Sumsel Nasrun Umar, melakukan pemusnahan senajata rakitan dan narkotika berupa Sabu serta Ekstasi. (tul)
















