YOGYAKARTA, fornews.co–Sebelum virus corona mewabah di Indonesia hampir semua angkringan di Yogyakarta beromzet jutaan rupiah.
Pak Toni (59), panggilan akrab para pelanggannya, tetap berjualan meski di kebanyakan di tempat lain, di luar Yogyakarta, memilih tutup.
Di tengah pandemi wabah corona, bapak tiga anak itu masih semangat bekerja. Namun omzetnya hanya 300-500 ribu per malam.
“Kerja dibawa santai saja,” ujarnya saat berbincang dengan fornews.co, Jum’at (22/5/2020) malam.

Sejak enam tahun lalu pak Toni mulai membuka angkringan di Jalan Nusa Indah, Gamping, Sleman.
Pelanggannya lebih mengenal “Angkringan Noel” diambil dari nama anaknya yang paling bontot.
Semua menu angkringan dibuat sendiri. Meski sebenarnya banyak rumah produksi jajajan yang berminat menitipkan jajanannya di Angkringan pak Toni.
Beragam nasi kucing seperti nasi oneng tempe dan tahu, nasi lombok ijo, nasi teri, rata-rata dibandrol 2.500 rupiah.
Sedangkan minuman rata-rata dibandrol 3.000 rupiah. Khusus minuman saset seperti harganya menyesuaikan.
Angkringan pak Toni buka setiap hari dari sore hingga malam, dan libur hari Sabtu.
Berbeda dengan angkringan lain di Jogja, di angkringan pak Toni, pelanggannya justru dihibur musik era kejayaan rock klasik yang diputar melalui MP3 player.
Sejak enam tahun membuka angkringan di Jalan Nusa Indah, Gamping, Sleman, kini pelanggannya datang dari luar Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Kebanyakan pelanggannya justru dari Jogja Timur, Tengah, dan Utara.
Meski khawatir dengan penularan virus corona, ia mengaku harus bekerja agar dapur dapat terus mengepul.
“Sepanjang tidak ada larangan berjualan dari pemerintah ya tetap buka,” pungkasnya.
“Enak di sini mas, bisa ngangkring sambil bernostalgia mendengar rock klasik,” ujar seorang pelanggan warga Jogja Barat.
Menurutnya, jarang ada angkringan di Jogja yang penjualnya menyukai rock klasik.
“Pak Toni sering memutar Led Zepplin, Queen, Scorpion, dan masih banyak lagi lainnya.”
Bahkan pelanggan era milenial pun kerap ngangkring di tempat Pak Toni. Mereka beralasan sama: angkringan pak Toni.memang beda. (adam)
















