PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sudah menyiapkan tiga tower tambahan di Asrama Haji Palembang dengan kapasitas tampung hingga 500 pasien COVID-19.
Persiapan itu dilakukan Pemprov Sumsel, kendati jumlah Bed Occupancy Ratio (BOR) di Sumsel terus mengalami penurunan, namun Gubernur Sumsel, Herman Deru tetap mengambil Langkah antisipasi ketersediaan kamar.
Gubernur Sumsel, Herman Deru didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra. Lesty Nurainy, Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, Direktur Swarna Dwipa Hotel, Rebo Iskandar, dan Kasat Pol PP Provinsi Sumsel Aris Saputra, melihat meninjau langsung Tower Mekkah, Tower Madinah dan Tower Jeddah, Rabu (14/7/2021) pagi.
Herman Deru mengatakan, bukan hanya di Asrama Haji saja, namun persiapan penambahan kamar juga dilakukan di wisma atlet Jakabaring sebanyak dua tower lagi.
“Ini untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien COVID-19 di Sumsel. Ada tiga tower yang kita siapkan dan kamar-kamar ini kita upayakan selalu siap termasuk nakes dan fasilitasnya,” ujar dia, usai meninjau lokasi.
Herman Deru mengungkapkan, saat ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes PCR atau rapid antigen dan lainnya, hendaknya tidak perlu ragu untuk melakukan isolasi mandiri (isoman).
Karena Pemprov Sumsel telah menyiapkan wisma atlet dan Asrama Haji sebagai tempat isolasi mandiri yang memadai. Untuk di Wisma Atlet saat ini tercatat baru 78 kamar terisi dari 300 kamar yang disediakan.
“Jika di rumah ada anak kecil atau ada orang tua atau keluarga komorbid (penyakit penyerta), tidak perlu ragu cari tempat isolasi. Pemprov siapkan ini dengan gratis tanpa biaya tanpa pungutan,” ungkap dia.
Dari data terkini, jelas Herman Deru, tingkat penyebaran COVID-19 di Sumsel cenderung fluktuatif. Bahkan yang cukup menggembirakan, dimana tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sumsel sangat tinggi, yakni mencapai 84 persen lebih tinggi dari nasional 81 persen.
“Tingkat keterisian kamar atau BOR kita juga sudah turun terus. Dari 79 persen sekarang sudah 77 persen. Ini juga berkat upaya maksimal Pemprov Sumsel menyediakan layanan bagi saudara-saudara kita yang terpapar COVID,” jelas dia.
Herman Deru menilai, kamar-kamar yang disiapkan tersebut diutamakan untuk pasien dengan gejala ringan atau OTG. Sementara untuk mereka yang bergejala berat diarahkan ke RS rujukan.
Untuk skala provinsi, sambung dia, BOR sangat variatif karena itu antar kepala daerah harus saling berkoordinasi dan berkomunikasi. Herman Deru juga meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi COVID-19. Karena PPKM yang dijalankan diharapkan dapat menekan penyebaran COVID-19 di Sumsel.
“Mari kita hadapi pandemi ini dengan ketangguhan psikologi dan kesiapan. Serta tidak panik. Karena panik dapat menurunkan imun,” tegas dia.
Sementara, Kadinskes Sumsel, Dra Lesty Nuariny mengatakan, sebanyak 500 kapasitas bed yang disediakan tersebut terdiri dari 270 kamar. Untuk isolasi mandiri, masing-masing kamar disediakan bagi 1 sampai 2 pasien.
“Selain kita siapkan di Asrama Haji ini kita juga akan tambah 2 tower lagi di Wisma Atlet,” kata dia.(aha)

















