SEKAYU, fornews.co – Warga di Kecamatan Batang Hari Leko (BHL), Kabupaten Musi Banyuasin, merasa resah belakangan ini. Penyebabnya adalah masuknya kawanan gajah liar ke perkebunan dan perkampungan yang membahayakan warga.
Situasi ini mendapat perhatian serius Pemkab Muba. Bahkan BKSDA Sumsel bersama tim dari Pemkab Muba serta perangkat kecamatan dan desa di BHL, turun ke lokasi di Sungai Napal, Kecamatan BHL, untuk memantau dan mengantisipasi gajah liar yang berkeliaran, Kamis (29/11).
“Hari ini tim dari BKSDA Provinsi didampingi tim dari Pemkab Muba meninjau ke Sungai Napal untuk melihat lokasi yang dilalui gajah liar serta mengantisipasi hal yang dapat membahayakan warga setempat,” ujar Sekretaris Daerah Pemkab Muba Apriyadi.
Menurut Apriyadi, Pemkab Muba berencana melakukan pengadaan peralatan penanggulangan konflik dengan gajah liar ini, seperti alat komunikasi HT, mercon, head lamp, aki, sirine dan gubuk jaga yang diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian bersama.
“Kita tidak bisa mengatasi persoalan ini sendiri-sendiri. Makanya kita butuh peran aktif masyarakat juga dalam mengatasi persoalan ini,” jelasnya.
Sementara itu, Camat BHL Nwardi Endan menerangkan, saat ini pihaknya bersama perangkat desa di BHL beserta anggota Polsek BHL turun ke lokasi bersama BKSDA Provinsi Sumsel.
“Kita akan gotong-royong untuk mengantisipasi adanya gajah liar yang masuk perkebunan warga. Selain itu juga kita terus mengedukasi warga untuk tidak menyakiti gajah liar yang melintas,” katanya. (ije)

















