SEKAYU, fornews.co – Kecepatan dan inisiatif Pemkab Muba menangani COVID-19 di bawah komando Bupati Dodi Reza Alex mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati.
Pujian disampaikan Anita saat melakukan kunjungan kerja ke Sekayu bersama rombongan tim Pansus 1 DPRD Sumsel, Rabu (22/04). Menurut Anita dan rombongan, apa yang dilakukan oleh Bupati Dodi Reza Alex bisa dijadikan contoh untuk kepala daerah kabupaten lainnya.
Anita pun berterima kasih kepada Bupati Muba dan jajaran yang masih menyempatkan diri menerima mereka di tengah berbagai kesibukan menghadapi pandemi COVID-19. Adapun kunker yang dilakukan ini dalam rangka mengecek LKPJ dalam penanganan COVID-19, sekaligus mencari informasi sejauh mana penanganan COVID-19 di kabupaten perbatasan.
“Kami DPRD Sumsel menyampaikan apresiasi kepada Bupati Muba atas sambutan dan penjelasan yang sangat singkat, padat dan jelas. Sehingga apa yang kami dapatkan pada kunjungan kerja pada hari ini bisa menjadi bekal kami untuk disampaikan kepada kepala daerah lain yang akan dikunjungi nanti, supaya dapat melakukan seperti yang dilakukan Bupati Dodi saat ini,” ujar Anita.
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan, dirinya menyambut baik kunker DPRD Provinsi Sumsel ini. “Kami merasa bangga kepada DPRD Sumsel walaupun di tengah menghadapi wabah COVID-19 ini masih menyediakan waktu untuk rapat bersama di masa-masa sulit seperti ini,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Dodi menyampaikan, antara lain adalah Pemerintah Musi Banyuasin sudah menyiapkan grafik terkait penyebaran COVID-19 untuk mengetahui letak ODP, PDP dan yang terkena COVID-19. Dodi memastikan grafik ini akan selalu dilakukan update setiap hari. Selain itu, Pemerintah Muba sudah menyiapkan alokasi anggaran Rp500 miliar yang dialokasikan untuk tiga bidang yaitu dana Jaring Pengaman Sosial pencegahan COVID-19, penampungan masyarakat desa yang terdampak melalui Program Padat Karya, dan pengadaan sarana prasarana obat-obatan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan COVID-19.
“Untuk penanganan dan pencegahan COVID-19, Pemerintah Kabupaten Muba sudah menyiapkan tiga rumah sakit yaitu RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin, dan RSUD Bayung Lencir,” terangnya.
Dodi juga menerangkan bahwa dampak COVID-19 bukan saja di bidang kesehatan. Akan tetapi dampak di bidang lainnya seperti ekonomi juga begitu terasa. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Muba, mengalokasikan dana sebesar Rp153,5 miliar di luar dana bantuan dari pusat, untuk mengcover 3.000 KK di Kabupaten Muba yang terdampak COVID-19.
“Progres pencegahan melalui strategi pemutusan rantai penularan COVID-19 ini yang pertama pemutus kontak antara lain menerapkan physical distancing, regulasi surat edaran belajar di rumah, surat edaran WFH bagi ASN, surat edaran penundaan kegiatan yang mengundang banyak orang, surat edaran penerimaan tamu, serta surat edaran terima tamu dari daerah terjangkit,” pungkasnya.
Pada kesempatan menerima kunjungan kerja DPRD Provinsi Sumatra Selatan tersebut, Bupati Muba didampingi Jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Muba, Ketua DPRD Muba Sugondo, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, perwakilan Dandim 0401, Sekda Muba Apriyadi, Kepala Bappeda Zulfakar, Kepala Dinkes dr Azmi Dariusmansyah, Kepala BPKAD Mirwan Susanto, Plt Kepala BPBD Indita Purnama. Sedangkan dari DPRD Sumsel hadir Ketua Pansus 1 DPRD Provinsi Sumatra Selatan Ahmad Firdaus Ishak, Wakil Ketua Pansus 1 Budiarto Marsul, anggota Antoni Yuzar, Dedi Sipriyanto, Chairul S Matdiah, Sumiati, Saifudin Aswari Rivai, Tamrin, Lia Anggraini, Nawawi, Kartak SAS, Herman, Ahmad Toha, serta Juanda Hanafiah. (ije)
















