PALEMBANG, fornews.co – Ajang yang ditunggu-tunggu para gamers di tahun 2020 ini akhirnya meluncur juga. Kejuaraan nasional Esports bertajuk Smartfren IES Indonesia Championship akan digelar Juni-Oktober 2020.
Meski baru akan dihelat Juni mendatang, namun pendaftaran sudah dibuka 22 April dan ditutup 10 Mei 2020. Bagi gamers yang ingin menjajal kemampuan dan berminat untuk meraih prestasi di bidang Esports, bisa melakukan pendaftaran secara online melalui https://bit.ly/ies2020.
“Batas registrasi peserta di Sumsel yakni sampai 14 Mei dan itu gratis. Syarat utama yakni harus memiliki KTP asli domisili Sumsel,” ujar Panitia Lokal Sumsel Imam Rahmatullah pada konferensi pers secara daring, Rabu (22/04).
Menurut Imam, kejuaraan ini akan diselenggarakan di 21 provinsi termasuk Sumsel. Namun karena mentaati protokol kesehatan COVID-19 yang berlaku saat ini, maka pertandingan akan digelar secara daring. Mempertandingkan empat nomor game populer yaitu PUBGM, Dota 2, Mobile Legends dan Auto Chess, para peserta ditantang menjadi yang terbaik dan memperebutkan hadiah total Rp500 juta.
Ditambahkan Imam, satu tim diizinkan ikut di lebih satu game selama jadwal pertandingannya tidak bersamaan. Jika memang terjadi bentrok jadwal, maka tim tersebut harus memutuskan memilih game mana yang dimainkan dan yang harus ditinggalkan.
“Di kejuaraan ini kita tidak ada batasaan usia, semua bisa ikut gabung. Selain itu, untuk peserta kualifikasi daerah, kita juga tidak ada batasan kuota khusus. Kita terima peserta sebanyak-banyaknya,” katanya.
Ketua Umum IeSPA Provinsi Sumsel, Nirmala Dewi mendukung penuh para peserta atau calon atlet cabor Esports Sumsel. Bahkan wanita yang pernah menjadi Direktur Marketing Sriwijaya FC tersebut, optimis Sumsel bisa memberikan kejutan bisa bersaing dengan tim daerah lain di kejuaraan nasional ini.
“Harapan besar nantinya, Sumsel bisa jadi juara. Dengan begitu gamers Sumsel bisa mengharumkan nama Sumsel dan mematahkan penilaian main game itu buang-buang waktu, biaya dan tenaga saja,” ujarnya.
Optimisme Cek Wi, sapaan akrabnya, bukan tanpa alasan. Menurutnya, potensi gamers Sumsel cukup besar dan telah terbukti ada beberapa gamers Sumsel yang diperhitungkan di level nasional. Bahkan, untuk lebih membina dan mengasah kemampuan gamers Sumsel, IeSPA Sumsel telah membentuk akademi khusus atlet Esports.
“Bagi gamers di Sumsel, ini kesempatan besar untuk membuktikan kemampuan dan membuka kesempatan menjadi atlet Esports profesional. Apalagi pada kejuaraan ini para gamers profesional tidak diizinkan ikut, karena panitia membatasi partisipasi peserta di level amatir dan semi pro saja. Bicara pesaing kuat, masih datang dari Sumatra Utara, Kalimantan dan DKI Jakarta,” tuturnya.
Terpisah, Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim menjelaskan, Smartfren Indonesia Championship hadir dengan tujuan mendukung program-program Pemerintah yang mengimbau warganya untuk beraktifitas di rumah. Kejuaraan ini juga diharapkan jadi salah satu obat pengusir kebosanan dalam kondisi pandemi COVID-19 ini.
“Sudah hampir sebulan kita melaksanakan kerja, belajar dan beribadah di rumah sesuai dengan anjuran pemerintah. Mari kita tetap positif, tingkatkan stamina kita dengan memacu adrenalin berkompetisi di Liga Esports yang menantang ini,” katanya.
Ketua Umum IeSPA, Eddy Lim mengatakan, IeSPA, Ligagame bersama-sama dengan Smartfren, Gillette, Indomaret dan Razer, ingin turut serta berpartisipasi dalam program nasional untuk melawan COVID-19.
“Kompetisi ini juga diharapkan dapat memenuhi keinginan para gamer seluruh Indonesia untuk tetap bisa beraktifitas bersama dengan teman-temannya,” tukas Eddy Lim. (ije)
















