SEKAYU, fornews.co – Umat Hindu di Indonesia bersiap memperingati Hari Raya Nyepi, Kamis (07/03). Tak terkecuali umat Hindu di Kabupaten Musi Banyuasin, khususnya di Kampung Bali, Desa Sukamaju (SP 5) Kecamatan Plakat Tinggi.
“Saat Nyepi, umat Hindu tidak akan melakukan aktivitas apapun. Semua tempat bekerja ditutup kecuali rumah sakit. Beginilah kondisi di Plakat Tinggi ini kalau jelang Hari Nyepi, banyak yang bilang serasa di Bali. Makanya kampung ini juga namanya Kampung Bali,” ujar Ketua Adat Umat Hindu Kampung Bali, Desa Sukamaju Plakat Tinggi, Jero Wayan Jenek.
Menurut Wayan Jenek, prosesi sebelum Nyepi adalah Upacara Melasti yakni upacara penyucian yang dilakukan 2 sampai 3 hari sebelum Hari Raya Nyepi.
“Saat upacara ini, umat Hindu akan pergi menuju sumber air (tirta) seperti danau atau laut secara berkelompok atau rombongan dengan membawa perangkat peribadatan seperti pratima atau simbol dewa yang digunakan untuk memuja Sanghyang Widhi Wasa, pralingga dan arca untuk disucikan,” bebernya.
Selanjutbya, setiap kelompok berjalan membawa sesaji (persembahan) yang merupakan bagian dari Upacara Melasti ini. Saat proses Upacara Melasti dimulai, semua perangkat peribadatan diletakkan di meja dan upacara ini dipimpin oleh seorang pemuka agama.
“Setelah upacara selesai, kami akan membawa kembali perangkat peribadatan ke pura untuk disimpan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan, pada saat perayaan Nyepi nanti di Kabupaten Musi Banyuasin ada beberapa kecamatan yang banyak pemeluk agama Hindu di antaranya Kecamatan Lalan, Bayung Lencir, Sungai Lilin, Babat Supat, Keluang dan Plakat Tinggi.
“Tentu ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya sejak lama, dan antarumat beragama lainnya pun saling menghormati saat perayaan Nyepi sedang dilaksanakan,” ulasnya.
Ia menambahkan, warga Muba yang beragama Hindu mayoritas berasal dari program transmigrasi dari Pulau Bali pada awal tahun 1980-an dan kini telah turun temurun menetap menjadi warga Musi Banyuasin. Meskipun begitu, mereka tetap mempertahankan tradisi asal mereka terutama yang berkaitan dengan ritual atau upacara keagamaan yang mesti dijaga atas keberagaman baik agama, budaya, adat istiadat di Bumi Serasan Sekate.
“Salah satunya adalah Hari Raya Nyepi, yang merupakan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalender Saka. Saat Nyepi, umat Hindu tidak akan melakukan aktivitas apapun dan kita hormati itu,” katanya.
Menurut Dodi, sikap saling menghormati antarumat beragama ini wujud keberagaman yang ada di Bumi Serasan Sekate dan komitmen menjaga zero conflict di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Mari kita jaga bersama-sama zero conflict di Muba dan turut andil menjaga keutuhan NKRI. Keberagaman dalam kebersamaan bersatu menuju kejayaan bangsa. Selamat Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2019 buat saudara saudariku warga Musi Banyuasin yang merayakannya,” tukas Dodi. (ije)
















