PALEMBANG, fornews.co – Bank Indonesia berkomitmen mengembangkan ekonomi pesantren. Salah satunya dengan membantu alat produksi usaha yang dikembangkan pondok pesantren.
Kali ini Bank Indonesia menyerahkan bantuan berupa instalasi pengolahan air minum dan mesin cup sealer bagi Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Kota Palembang.
“Kedatangan kami kali ini adalah untuk menggenapi kerja sama yang sudah berjalan, khususnya dari sisi peningkatan aktivitas usaha syariah. Dengan bantuan ini, Pesantren dapat meningkatkan skala usaha dengan kualitas yang lebih baik, terstandardisasi, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu, diharapkan bantuan ini dapat membantu pengembangan pemberdayaan ekonomi Pesantren serta simbol semangat kepedulian terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Erwin Rijanto, usai menyerahkan bantuan ke Ponpes Muqimus Sunnah, Kamis (13/02).
Erwin berpesan, agar program ini tidak hanya berhenti sampai disini maka perkembangannya harus terus dipantau. Sehingga apabila terdapat hambatan dapat diselesaikan bersama.
“Selain itu, saya juga berharap pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada pihak lainnya, agar kemajuan yang diraih bisa dirasakan oleh lebih banyak pihak. Marilah kita bersama turut berperan aktif mendukung upaya-upaya pemberdayaan masyarakat. Kami berharap berbagai program yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi inspirasi bagi semuanya,” tutur Erwin.
Menurut Erwin, Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu motor perekonomian. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pengembangan pasar keuangan syariah, pembiayaan syariah, Festival Ekonomi Syariah, hingga pengembangan produk halal Indonesia agar mampu menembus pasar ekspor dan masuk ke dalam Global Halal Value Chain (GHVC).
“Salah satu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah pemberdayaan ekonomi Pesantren. Pesantren setidaknya memiliki peranan sebagai lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dan lembaga sosial yang paling dekat dengan masyarakat. Selain itu, potensi unik pesantren yaitu memiliki keunggulan dan kemandirian dalam pemberdayaan ekonomi,” katanya.
Sampai dengan saat ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan telah turut mengembangkan 2 (dua) pondok pesantren melalui program pengembangan UMKM syariah. Bentuk pengembangan berupa bimbingan teknis, pendampingan, bantuan sarana dan prasarana, maupun studi banding.
“Ke depan, kami akan terus berupaya mendukung pengembangan Pesantren sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitarnya,” tukas Erwin. (ije)

















