JAKARTA, fornews.co – Zona merah penanganan COVID-19 di Indonesia menurun pekan ini. Ada 19 kabupaten/kota yang masih berada di zona merah dibandingkan pekan lalu yang masih berjumlah 20 kabupaten/kota.
Meski zona merah mengalami penurunan, namun jumlah kabupaten/kota yang masuk zona oranye atau risiko sedang mengalami peningkatan jumlah. Pekan ini terjadi peningkatan dari 360 menjadi 371 kabupaten/kota. Jika daerah zona oranye semakin lengah tidak menutup kemungkinan akan berpindah ke zona merah.
“Terlihat masih banyak daerah yang terlena dan lengah, serta merasa nyaman untuk berada di zona oranye. Ingat! Zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan,” ujar Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan pers, Selasa (03/11).
Lebih lanjut Wiku menjelaskan, terdapat penurunan signifikan pada zona kuning atau risiko rendah. Di mana pekan sebelumnya ada 115 kabupaten/kota di zona kuning, pekan ini turun menjadi 104 kabupaten/kota. Sementara zona hijau di mana tidak ada kasus baru meningkat dari 7 menjadi 8 kabupaten/kota.
“Meski dalam 5 bulan terakhir penanganan COVID-19 di berbagai daerah mengalami kemajuan, tetapi terlihat bahwa mayoritas daerah cukup nyaman berada di zona oranye. Dalam 4 minggu terakhir, terjadi peningkatan daerah zona oranye dari 65,73% menjadi 72,28%,” kata Wiku.
Wiku menegaskan, Satgas COVID-19 mendorong pemerintah daerah agar bekerja keras untuk segera keluar dari zona oranye menjadi zona kuning. “Jumlah kabupaten/kota yang berada di zona hijau dan kuning masih sedikit karena berpindah ke zona oranye,” tukasnya. (ads/ije)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

















