PALEMBANG, fornews.co-Pasca-terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Umrah pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Pemerintah Saudi Arabia mulai membuka pintu masuk jemaah umrah dari Indonesia.
Mulai 1November 2020 lalu, Pemerintah Saudi Arabia mempersilakan perwakilan dari asosiasi perjalanan umrah dari Indonesia untuk melakukan tahapan ujicoba perjalanan ibadah umrah.
Owner Fairuz Tour Palembang, H Muhammad Harris Nur,SE yang saat ini berada di Makkah menyampaikan, keberangkatan mereka ini sebenarnya uji coba dan pembelajaran untuk mengedukasi dengan calon jamaah umrah di masa new normal.
“Ternyata untuk kesehatan memang benar-benar ketat. Ini kami alami mulai dari Bandara Sokearno Hatta hingga Bandara King Abdul Aziz Jedah, sangat ketat,” ujar dia, saat berbicara dengan fornews.co, Rabu (4/11).
Harris mengungkapkan, setelah tiba di Saudi mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama tiga hari di hotel dan belum boleh menjalankan ibadah umrah.
“Setelah itu, pada hari ke dua dilakukan swab ulang oleh Kementerian Kesehatan Saudi Arabia. Kemudian baru diperbolehkan melaksanakan ibadah umrah, sebagai percontohan para jemaah umrah dari Indonesia,” ungkap dia.
Harris yang berangkat bersama sang istri Hj Irma Hartati SH itu menjelaskan, saat keberangkatan tanggal 1 November grup pertama jamaah umrah dari Jakarta-Jedah ada sedikit permasalahan.
“Karena ada diantaranya Visa yang tidak keluar karena lagi down, dan terlambatnya hasil VCR lantaran jamaah harus di swab terlebih dahulu. Untuk protokol kesehatan sangat ketat, tetapi jamaah tetap berangkat, namun di reschedule saja ke tanggal 3 November,” jelas dia.
Harris menuturkan, peserta yang berangkat ke Saudi Arabia ini merupakan anggota dari Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) yang semuanya owner travel dan belum ada yang membawa calon jemaah umrah.
“Karena ini undangan Muassasah di Saudi Arabia, selama 12 hari, itu 6 hari di Makkah dan 4 hari di Madinah,” tutur dia.
Nah, terkait penekanan untuk para calon jamaah umrah Indonesia sendiri, Harris menyatakan, memang muntlak harus menjaga kesehatan dan ada pembatasan umur.
“Ada batasan di atas 18 tahun dan di bawah 50 tahun. Untuk saat ini di atas 50 tahun belum boleh, begitu juga di bawah 18 tahun,” kata dia.
Kalau untuk kapan pastinya calon jamaah umrah asal Indonesia boleh di terbangkan ke Saudi Arabia, Harris mengatakan, sejatinya setelah uji coba ini calon jemaah umrah sudah bisa diberangkatkan.
“Pertengahan November ini di mulai. Tapi khusus di Palembang atau Fairuz Tour Insyallah Januari 2021, biar kondisinya Insyaallah relatif aman. Tetapi kalau untuk PPIU (Penyelenggara Perjlanan Ibadah Umrah) lain saya belum tahu, tergantung kebijakan masing-masing,” kata dia, seraya menambahkan, pihak Saudi masih melihat hasil swab dari grup satu dan dua ini, setelah itu baru di pertimbangkan lagi. (aha)

















