
PALEMBANG, fornews.co-Usai mengunjungi langsung korban musibah kebakaran di Jalan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Hernoe Roesprijadji menilai, ternyata wilayah pinggiran Palembang masih minim perhatian khusus.
Menurut Hernoe, pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran merupakan kewajiban pemerintah, dalam memenuhi kebutuhan perlindungan bagi masyarakat, dengan tujuan untuk menjamin dan meningkatkan keamanan secara menyeluruh terhadap bahaya kebakaran. “Pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran menjadi penting, karena berkaitan erat dengan pemberian rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, yang pada akhirnya mengurangi baik kerugian materi maupun korban,” ujarnya, Jumat (09/06).
Wakil Ketua PW NU Sumsel, itu melanjutkan, bahwa tata ruang (land use) itu terdiri dari struktur ruang dan pola ruang. Struktur ruang berupa pusat permukiman, jaringan sarana dan prasarana (akses jalan/trasnportasi), yang fungsinya sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Maka, dari situlah penatan pemukiman yang layak dan manusiawi adalah salah satu hal yang penting untuk mengeliminasi ancaman bahaya kebakaran.
Hernoe menerangkan, Kota Palembang yang terdiri dari 107 kelurahan pada 16 kecamatan dengan luas 358,55 Km2, membutuhkan lebih banyak pos pemadaman dan juga mobil unit pemadam. Banyaknya pos dan mobil unit pemadam yang harus direalisasikan, sangat tergantung dari luas Kota Palembang dan freak antara pusat permintaan serta potensi bahaya kebakaran. ” Maka dari itulah, salah satu program kami adalah Hebat kotanya, yaitu bagaimana tata kelola pembangunan yang memberikan keamanan, kenyamanan untuk mengeliminasi bencana perkotaan seperti kasus kebakaran seperti ini,” terangnya.
“Idealnya untuk menangulangi bahaya kebaran secara cepat, maka kita harus ada 1 kecamatan 1 mobil damkar, agar bisa bergerak cepat menjangkau lokasi. Selain itu, kapasitas mobil damkar disesuaikan dengan kondisi wilayah yang dihadapin seperti jalanan kecil, perkampungan jadi semua alat bisa kita siapkan sejak dini untuk mengeliminasi korban,” tukasnya.
Sementara, Lury Elza alex melanjutkan, ada beberapa langkah strategis untuk menangulngi korban kebakaran, yakni dengan memberi bantuan makanan, selimut, obat – obatan. Berikutnya dengan memberikan bantuan uang tunai yang nominalnya akan disesuaikan berdasarkan data korban dan yang ketiga yaitu melakukan revitalisasi perumahan warga. “Kita sedang melakukan sinkronisasi data dengan RT, nantinya bantuan yang turun akan kita distribusikan ke RT” ujarnya.
Duta Anti Narkoba Sumsel ini menambahkan, saat ini relawannya sudah menyediakan posko kesehatan dan dapur umum, yang selanjutnya tinggal mendistribusikan bantuan lainnya dalam waktu dekat.
Nurhafni, salah satu korban kebakaran menyatakan, walau bantuan sudah datang, namun yang diperlukan ada kebutuhan untuk membangun rumah kembali. “Kami berharap pemerintah dan donatur bisa bergerak cepat untuk membantu perbaikan rumah dan bisa berefektivitas seperti biasa” Jelas Nuraini. (tul)















