PALEMBANG, fornews.co – Menjelang lebaran, Gubernur Sumsel Herman Deru dan keluarga besar pulang kampung untuk berziarah ke makam orang tuanya. Sudah kebiasaan, Herman Deru selalu memilih nyetir sendiri kendaraannya jauh sebelum menjadi pejabat nomor wahid di Sumsel.
Deru dan rombongan mengendarai mobil Toyota Hiace selama 2×4 jam pergi pulang dari Kota Palembang ke tanah kelahirannya di Desa Sidomulyo Belitang, Kabupaten OKU Timur, pada Kamis (30/05). Rombongan berangkat dari Rumah Dinas Griya Agung Palembang, pagi sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba di Belitang pada pukul 16.30 WIB.
Selain menjadi kebiasaannya, agenda menyetir mobil sendiri itu dilakukan sekaligus untuk memastikan kondisi jalan Provinsi yang akan dilintasi pemudik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.
Herman Deru mengungkapkan, kalau menyetir sendiri kerap dilakukannya jika di luar jam-jam dinas. Termasuk keluar kota. Kebiasaan satu ini sangat disukainya karena ingin bernostalgia saat masih menjadi pengusaha.
“Dulu baru-baru menikah masih jadi pengusaha, saya ini jualan beras. Beras itu saya bawa sendiri dari Belitang ke Palembang. Biasa perginya berdua sama bu Feby. Jadi saya tidak kaget lagi, malah senang bisa ingat perjuangan masih muda,” ungkapnya.
Dalam perjalanan itu, Herman Deru sempat menghentikan laju kendaraannya sekadar untuk mampir memborong buah durian yang dijajakan pedagang di sepanjang jalan ke Kota Kayu Agung.
Sang istri yang juga Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Deru mengatakan, sengaja membeli buah durian yang kerap dijajakan masyarakat di sepanjang jalur mudik yang mereka lintasi.
Selain semua keluarganya memang gemar menyantap durian, hal itu untuk memacu semangat petani di daerah untuk terus menanam durian, sehingga meningkatkan pendapatan para petani buah dan sayur.
“Durian ini kalau dikreasikan bisa menjadi olahan yang memanjakan lidah, sudah enak-enak dan enggak kalah dengan makanan dari luar. Ini yang harus kita kembangkan, bagaimana produk ini bisa dikenal lebih banyak orang dan orang beli, sehingga membantu pelaku UMKM di Sumsel,” kata Febrita seraya memilah durian.
Sekadar informasi, Herman Deru diketahui pulang kampung memboyong keluarga besarnya termasuk anak menantu dan cucu pada H-5 lebaran untuk melakukan ziarah ke makam kedua orang tuanya H Hamzah (almarhum) dan ibundanya Hj Hayani (almarhumah) di Desa Sidomulyo Belitang, Kabupaten OKU Timur.
Tiba di Desa Sidomulyo, Deru disambut sejumlah saudaranya menuju ke pemakaman dan secara khusyuk mereka berdoa dan membaca Yasin bersama.(bas)
















