PANGKAL PINANG, fornews.co – Awalnya, masyarakat Pangkal Pinang merasa ragu dan pesimistis, ketika dipimpin oleh walikota muda. Sebaliknya, sebagai seorang pimpinan, Muhammad Irwansyah memaklumi apapun dirasakan rakyatnya.
Nah, seiring berjalannya waktu dan setelah melihat langsung dari cara dan gaya Irwansyah mengarsiteki Pangkal Pinang, semuanya pemikiran tersebut langsung berbalik 360 derajat. Karena, program-program yang dijanjikan saat kampanye, seperti program kerakyatan langsung diterapkan.
Menanggapi semua yang pernah terjadi tersebut, Wali Kota Pangkal Pinang, M Irwansyah memaparkan, bahwa Pangkal Pinang ini memang menjadi kawah candra dimuka. Kota yang kecil tapi penuh dengan tantangan besar untuk bisa memenuhi semua keinginan masyarakat. Seperti untuk pemerataan infrastruktur di tiap kelurahan, saat kampanye dia bertemu lurah yang mengeluhkan masalah anggaran. “Bahkan untuk membeli satu unit komputer pun mereka tidak mampu. Tapi sekarang lihat saja, mereka sudah bisa melakukan itu,” paparnya.
Agar program kerakyatan langsung bisa dinikmati masyarakat, pria yang akrab disapa Wawan ini menerangkan, kalau pihaknya sangat open manajemen. Karena, untuk membangun daerah seperti Pangkal Pinang, dia harus menjadi dirijen yang baik agar menghasilkan lagu yang bagus. “Saya juga ingin mengabulkan semua mimpi-mimpi masyarakat yang belum tersampaikan. Paling tidak, sudah ada beberapa diantaranya yang sudah dicapai,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Pangkal Pinang, Miego ST menjelaskan, loncatan dan lompatan pembangunan yang dilakukan Walikota Pangkal Pinang M Irwansyah jauh lebih cepat. Dalam waktu lima tahun, banyak sekali pembangunan. Bahkan ada program yang belum dipikirkan pemerintah pusat, Pangkal Pinang sudah lakukan.
“Program kami sangat dipengaruhi wali kota. Untuk saat ini, kami fokus pada penataan kawasan dan pemukiman umum. Pak wali kota sudah memikirkan pembangunan di kelurahan-kelurahan. Kita mempunyai 42 kelurahan yang tersebar diseluruh kecamatan. dimana setiap kelurahan dalam alokasi anggaran senilai Rp1 miliar,” jelasnya.
Miego melanjutkan, ada program 100-0-100, atau 100% air minum di Pangkal Pinang dipasang jalur distribusi ke seluruh wilayah. 0% kawasan kumuh melalui program 3S atau Sasaran Sekawan Sejahtera. “Untuk pengurangan kawasan kumuh, salah satunya pengentasan akses jalan, seperti jalan setapak jalan lingkungan dan masih banyak lagi. Akses jalan yang tadinya tidak bisa dilewati mobil pemadam kebakaran, truk sampah dan lainnya, sekarang bisa diakses dengan cepat,” sambungnya.
Wakil ketua MUI Pangkal Pinang, Samsuri Soleh, kalau dilihat dari sisi kerukunan umat beragama, Pangkal Pinang menjadi lebih kondusif. Pihaknya sering berkomunikasi dengan seluruh eleman masyarakat, tokoh agama di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta aparat keamanan. “Semua berjalan kondusif, tidak ada bentrok maupun isu SARA yang keluar. Saah satunya, perhatian pemerintah kota, pegawai teladan atau PNS terbaik diberi hadiah umroh. Begitu juga untuk pengurus masjid teladan, juara MTQ juga diberangkatkan umroh,” ujarnya.
Samsuri melanjutkan, M Irwansyah juga kerap mengunjungi bahkan setiap bulan menyantuni 1.000 anak yatim 1000. Hal ini mungkin menjadi berkah, karena doa kaum dhuafa.

Terpisah, Tokoh Masyarakat dan penggia pariwisata Pangkal Pinang, Ahmad Wahyudi menilai, sebelumnya pariwisata di sini masih belum dikenal banyak orang. Tapi sekarang bisa dilihat, dengan potensi patiwisata yang ada, wali kota begitu cepat merespon dengan mensupport, bahkan mendirikan destinasi wisata batu.
“sekarang juga ada program kelompok sadar wisata. Kalau dulu tidak rapi dan menyembabkan wisatawan tidak betah. Tapi setelah ada program sadar wisata, bisa mendorong UMKM lebih rapi, yang pada akhirnya mendorong wisatawan untuk berkunjung. Karena, destinasi pariwisata ini yang paling mudah untuk mendapatkan PAD,” tukasnya.
Wakil Wali Kota Pangkal Pinang, M Sofyan mengakui, awalnya sempat pesimistis. Karena, Pangkal Pinang ini kota kecil tapi dihadapkan pada tantangan yang besar. Ternyata, dalam diri pemimpin muda wali kota ini, lebih enerjik dan punya pemikiran jauh kedepan. “Saya memang sempat pesimistis, ketika beliau ingin menghadirkan MXGP di kota kecil ini. tapi berkat keoptimistisannya, rasa pesimistis saya hilang. Apalagi, dia sudah banyak gagasan dan pikiran tuk menarik even even internasional,” ujarnya.
Irwansya juga, urai sang wakil, bukan berjuangan dengan cara dan hal yang konyol, tapi sudah punya perhitungan sendiri. Seperti pembangunan Green Hospital yang bisa membuat masyarakat bangga, walau pembangunannya baru berjalan sekitar seperempat bagian.
“Sampai saat ini saya menganggap usia menjadi satu faktor yang menentukan tingkat enerjik atau tidaknya seseorang. Biasanya anak muda itu meletup dan meledak, dan jika tak ada kendali bisa salah langkah. Jadi saya hanya ingin mengendalikan untuk orang yang akan membangun daerah, agar tidak salah langkah,” tandasnya.(ADV)

















