
JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengklaim, kondisi ekonomi di Indonesia stabil dan kuat. Ini terlihat mulai dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5% saat negara-negara lain di bawah 5%.
“Inflasi Indonesia juga ada di kisaran 3%, transaksi berjalan bertambah baik ada di bawah 2% dari GDP, dan neraca pembayaran dalam kondisi baik. Bahkan sistem keuangan, sistem perbankan kita sehat. Jadi tidak ada dasar untuk ada kegiatan yang disebut rush,” ujarnya, kepada wartawan usai menghadiri acara Peluncuran Strategi Nasional Keuangan Inklusif, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/11) pagi.
Agus meminta kepada masyarakat dan media, agar jangan terpengaruh isu, karena keadaan ekonomi Indonesia dalam keadaan baik dan stabil. “Mohon, kita jangan memberitakan berita-berita yang nanti bisa membuat masyarakat tidak tenang,” sambungnya.
Atas dasar kondisi tersebut, Menko Perekonomian Darmin Nasution meminta masyarakat agar jangan terlalu sensitif terhadap isu penarikan uang atau rush dari perbankan nasional. “Begini, jangan terlalu sensitif terhadap isu-isu semacam ini, ya. Tidak ada alasan untuk terjadi rush,” katanya.
Darmin menilai, normal saja kalau ada yang menghembus isu rush dalam situasi begini. Namun ia menegaskan, ekonomi Indonesia berjalan dengan baik. “Bank Indonesia tetap siap siaga menghadapi situasi. OJK menjaga pasar modal, menjaga lembaga-lembaga keuangan, perbankan, asuransi, dan sebagainya. Pemerintah menjaga sektor riil-nya,” tegas Darmin.
“Ini kan di Amerika sana sedang ada perubahan-perubahan bermacam-macam, itupun sudah mulai dikembang-kembangkan kan, ada tembok, ada apa, ya kan. Apa iya? Jangan terlalu terburu-buru terpengaruh ya,” jelasnya.
Hal yang paling penting dari semuanya, urai Darmin, perekonomian Indonesia harus dijaga bersama. Sehingga kalau pun ada goncangan Indonesia akan bisa bertahan. “Kita sudah tunjukkan selama ini, kita bertahan bukan hanya bertahan. Dalam situasi ekonomi dunia melambat ekonomi kita masih tetap bisa meningkat pertumbuhannya, bukan cuma bisa bertahan,” jelas Darmin. (ekaf)
















