PALEMBANG, fornews.co – Manajemen Sriwijaya FC (SFC) ingin mengembalikan masa kejayaan klub ini terutama saat Laskar Wong Kito bisa bermain di kompetisi Asia.
Berstatus juara Divisi Utama 2007/2008, Sriwijaya FC langsung masuk ke babak grup Liga Champions Asia 2009. Kala itu SFC tergabung di Grup F bersama raksasa Asia, Shandong Luneng (China), Seoul (Korea Selatan) dan Gamba Osaka (Jepang). Meski tersingkir di babak grup, dan menjadi bulan-bulanan, namun pengalaman bermain di level Asia tentunya sangat membanggakan. Meski menelan 5 kekalahan telak, namun SFC yang kala itu masih diperkuat sang legenda Keith Kayamba Gumbs, Zah Rahan, Ferry Rotinsulu dan lain-lain, mampu mencatatkan satu kemenangan atas Shandong Luneng 4-2 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
Prestasi lebih membanggakan dicatatkan Laskar Wong Kito di AFC Cup. Lolos sebagai juara Copa Indonesia, SFC sukses menjadi pemuncak Grup F yang diisi Binh Duong (Vietnam), Selangor FA (Malaysia) dan Victory SC (Maladewa). Sayangnya di babak 16 besar yang hanya memainkan satu leg, SFC tak mampu melewati hadangan klub Thailand, Port FC. Meski bermain di kandang sendiri, satu gol Richard Anoure Obiora dibalas 4 gol oleh pemain Port.
Sukses menjuarai Copa Indonesia 2010, SFC kembali mewakili Indonesia di AFC Cup bersama Persipura Jayapura. Lagi-lagi menempati Grup F bersama Song Lam Nghe An (Vietnam), Pegasus (Hong Kong) dan VB Addu (Maladewa), SFC melaju ke babak 16 besar dengan status runner up di bawah Song Lam Nghe An (Vietnam).
Namun sialnya SFC kembali harus bertemu dengan wakil Thailand, Chonburi FC. SFC tak berdaya saat bermain di Chon Buri Stadium. Ponaryo Astaman dkk dibekuk tiga gol tanpa balas. Setelah itu, SFC tak mampu lagi menembus kompetisi Asia.
Oleh sebab itu, memasuki musim 2018 ini, manajemen Sriwijaya FC merombak tim dan membenahi segala aspek demi mengangkat kembali prestasi Laskar Wong Kito baik di level nasional maupun internasional. Bahkan untuk memuluskan rencana bermain di level Asia, Sriwijaya FC membidik minimal finis di posisi 3 besar.
“SFC musim ini ditargetkan berada di tiga besar kompetisi Liga 1. Jika hal itu tercapai maka target bermain di level Asia baik itu Champions League Asia maupun AFC Cup terbuka lebar. Bahkan dengan komposisi yang ada saat ini, inilah kerangka tim yang baru dan bisa dikembangkan saat SFC bersaing di level Asia nanti,” ujar Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex usai rilis skuat Sriwijaya FC musim 2018 di Griya Agung, Palembang, Selasa (9/1) siang.
Mendatangkan kembali Rahmad Darmawan, lanjut Dodi, adalah salah satu cara manajemen menunjukkan keseriusan membangun skuat musim ini. Sebab RD dikenal sebagai pelatih bertangan dingin dan bisa dibilang pelatih yang paling sukses menangani SFC.
“Selain itu pemain-pemain terbaik dan berlabel bintang serta pemain muda potensial kita rekrut musim ini. Mudah-mudahan skuat musim ini mampu memenuhi target yang telah ditetapkan tentunya dengan doa dan kerja keras,” kata Bupati Musi Banyuasin ini. (ije)
Skuat Sriwijaya FC Musim 2018
Pelatih : Rahmad Darmawan
Asiste : Rasiman, Francis Wawengkang
Pelatih Kiper : Kurnia Sandy
Asisten : Heri Susilo
Dokter Tim : El Amin
Kiper
Teja Paku Alam, Sandi Firmansyah, Dikri Yusron, Rangga Pratama
Belakang
Mamadou N’diaye, Saepulloh Maulana, Achmad Fariz, Alfin Tuasalamony, Marckho Sandy Merauje, Novan Setya Sasongko, Zalnando, Samuel Christianson Simanjuntak, Beri Rahmada
Tengah
Yuu Hyun-koo, Adam Alis, Ichsan Kurniawan, Makan Konate, Zulfiandi, Syahrian Abimanyu, Rachmad Hidayat, Nur Iskandar, Yogi Rahadian
Depan
Alberto Goncalves, Manuchekhr Dzhalilov, Esteban Vizcarra, Patrich Wanggai, Rizky Dwi Ramadhana
















