PENDOPO, fornews.co- Bocah Reinaldo (8 tahun) jika dilihat secara fisik dari luar tak ada yang aneh pada diri warga Desa Karang Tanding, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.Namun, sebenarnya anak pasangan dari Arsadi dan Idaliyah yang terlahir kembar ini memiliki dua alat kelamin. Kelainan yang dialami oleh Reinaldo sudah disadari sejak dini karena keterbatasan ekonomi hanya didiamkan saja oleh pihak keluarga.
Kelain yang dialami oleh bocah kelas 2 SD terungkap secara tak sengaja oleh tim pendamping lapangan Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Penukal Utara saat melakukan pendataan.
“Tadi petugas kami dilapangan menemukan anak laki-laki saat pendataan keluarga yang akan diusulkan untuk mendapat bantuan PKH. Tapi, ada laporan dari Kepala Desa (Kades), jika ada salahsatu warganya yang mengalami kelainan,” ucap Kepala Dinsos PALI, Sumarwan saat dibincangi, kemarin (30/03).
Setelah dicek, terang Sumarwan, memang benar jika Reinaldo memiliki dua alat kelamin. Dimana alat kelamin yang dimiliki anak tersebut mirip alat kelamin perempuan, namun tidak memiliki lubang untuk buang air kecil. Bahkan, anak tersebut memiliki benjolan seperti alat kelamin laki-laki, tapi ukurannya sangat kecil.
“Temuan ini sudah kami sampaikan ke Dinas Kesehatan PALI, untuk ditindaklanjuti. Sementara untuk keluarga anak tersebut kita usulkan untuk mendapatkan bantuan PKH, sebab keluarga tersebut masih numpang tempat tinggalnya,” terangnya.
Sementara, ayah kandung Reinaldo, Arsadi mengharapkan bantuan pemerintah untuk mengoperasi alat kelamin anaknya. Diceritakan Arsandi anaknya itu terlahir kembar, saudaranya bernama Reinaldi normal sebagai laki-laki.Tapi Reinaldo memiliki dua alat kelamin. Dia berharap pemerintah bisa membantu Operasi anaknya . “Kalau bisa dikembalikan sebagai laki-laki. Sebab kami khawatir, apabila sudah besar kelak akan membuat minder anak kami ini,” harapnya.
Terpisah, Kepala Dinkes Kabupaten PALI, Lydirawan mengatakan, dirinya telah memerintahkan jajaran Puskesmas Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, untuk melakukan pengecekan ke tempat tinggal anak yang diduga memiliki dua kelamin tersebut untuk mengecek kebenarannya.
“Sudah kita arahkan, pihak Puskesmas untuk membawanya ke RSUD Talang Ubi untuk tindakan lebih lanjut, mulai dari pemeriksaan melalui rontgen dan lainya. Tapi, apabila harus dirujuk. Maka kita akan kirimkan anak tersebut ke rumah sakit di Kota Palembang,” pungkasnya. (son)

















