SEKAYU, fornews.co – Berbagai upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Musi Banyuasin terus dimaksimalkan Bupati dan Wakil Bupati Muba, Dodi Reza Alex dan Beni Hernedi. Program-program pengentasan kemiskinan juga dimasukkan ke setiap OPD di Pemkab Muba.
Salah satunya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Muba 2019 yang beberapa waktu lalu telah di-launching Dinsos Muba.
“Memang dengan perubahan sistem penyaluran Raskin ke BPNT banyak pihak yang tidak nyaman karena selama ini oknum bisa menyalahgunakan (penyaluran) beras tersebut. Tapi dengan BPNT, penyimpangan oleh oknum akan tertutup,” ujar Plt Kepala Dinsos Muba, Ahmad Nasuhi, Sabtu (05/10).
Menurut Nasuhi, pengalihan bantuan raskin menjadi BPNT, tetap berbasis Data Penerima Raskin di Muba yaitu sebanyak 36.000 KK. Saat ini kartu ATM yang sudah siap sebanyak 18.000 KK (kartu ATM PKH), dan untuk penerima di luar PKH terdapat 16.000 KK.
“Kartu ATM-nya diproses oleh BRI. By name by address dan sampai saat ini belum ada penambahan data penerima terbaru,” tegasnya.
Lebih lanjut Nasuhi menjelaskan, jika ada pemegang ATM PKH yang tidak menerima BPNT agar segera melapor kepada pendamping PKH terdekat.
“Untuk kartu ATM BPNT yang dicetak oleh BRI sekarang sedang dalam proses. Jadi bantuan yang sudah bisa dibayarkan saat ini untuk pemegang ATM PKH Rp110 ribu per bulan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Muba Apriyadi mewajibkan kartu ATM PKH tersebut untuk dipegang ibu rumah tangga. Sebab ibu-ibu tersebut lebih cermat dan tahu untuk apa penggunaan bantuan tersebut.
“Ibarat kementerian, emak-emak itu Kementerian Dalam Negeri. Jadi, keuangan keluarga dapat dikelola secara benar dan tepat,” katanya.
Apriyadi menyebutkan, kedepan BPNT ini akan dikembangkan dengan tidak hanya fokus dengan bantuan berupa beras.
“Kedepan, kita akan modifikasi peruntukannya jadi lebih bervariasi, tidak hanya beras, jadi emak-emak bisa banyak pilihan kebutuhan pokok sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (ije)

















