JAKARTA, fornews.co – Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex dan RSUD Sekayu menerima penghargaan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Indonesia atas komitmennya dalam upaya pemulihan pasien jantung. Tidak hanya warga Muba, namun warga dari daerah lain di Sumsel dan luar Sumsel sudah berhasil menjalani operasi jantung di RSUD Sekayu.
“Berangkat dari layanan unggulan ini, kami Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia merasa layak dan perlu memberikan penghargaan ke Bupati Dodi Reza dan RSUD Sekayu. Bupati dan RSUD Sekayu sudah dengan tulus dan komitmen mulia turut memulihkan penyintas jantung di Indonesia,” ujar Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia, dr Prasetyo Edy, di sela pemberian penghargaan ke Bupati Muba Dodi Reza Alex sebagai Inisiator Pelayanan Bedah Jantung Terpadu pada Rumah Sakit Umum Daerah Tingkat Kabupaten Pertama di Indonesia, di Gedung Serbaguna Signature Park Grande, Jakarta Timur, Jumat (5/3/2021).
Menurut dr Edy, Muba menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang mampu merealisasikan pelayanan bedah jantung terpadu.
“Disamping Muba memang memiliki sarana prasarana serta kapasitas SDM yang mumpuni, realisasi ini tidak terlepas dari komitmen Kepala Daerah-nya yakni pak Dodi Reza. Ini yang bikin kami takjub,” katanya.
Edy pun berharap, layanan unggulan yang ditekuni RSUD Sekayu bisa ditiru oleh RSUD lainnya.
“Ke depan RSUD Muba bukan sekedar RSUD kabupaten pertama yang melakukan operasi bedah jantung tetapi menjadi penyelamat devisa negara. Karena selama ini operasi bedah jantung banyak dilakukan di luar negeri,” tuturnya.
Bupati Muba Dodi Reza Alex mengucapkan rasa syukur serta bangga mendapatkan kepercayaan dari para profesional di bidang bedah ini.
“Penghargaan ini dapat lebih memotivasi kami untuk terus maksimal dalam menjalankan tugas mengabdikan diri kepada masyarakat,” ucapnya.
Menurut Dodi, kesehatan dan sarana prasarana rumah sakit yang lengkap menjadi fokus utama dirinya sejak memulai kepemimpinan di Bumi Serasan Sekate.
“Bukan hanya penyintas jantung, namun sejak 2017 Pemkab Muba telah merealisasikan asuransi kesehatan UHC yang mencakup seluruh warga masyarakat prasejahtera di Muba. Mereka mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari anggaran APBD Muba,” terang Dodi.
Dodi menambahkan, penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang periodenya pendek dan tercatat cukup tinggi angka kematiannya. Ketika pasien harus antre dengan waktu yang cukup lama maka menjadi persoalan tersendiri.
“Ketika Muba mempunyai kemampuan untuk menjadi salah satu yang menyediakan fasilitas tersebut, maka kita berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakannya,” tegasnya.
Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba menerangkan, sejak September 2020 hingga Februari 2021 ada 10 penyintas jantung yang menjalani operasi di RSUD Sekayu.
“Beberapa di antaranya dari luar Provinsi Sumsel. Semuanya bisa ditangani dengan baik dan maksimal,” ucap Makson.
Makson menyebutkan, dengan terus bertambah dan meningkatnya kepercayaan warga Indonesia atas keberhasilan Muba melaksanakan operasi jantung terbuka, pihaknya berharap RSUD Sekayu akan mempersiapkan diri menjadi salah satu Rumah Sakit Jantung Terpadu di Sumsel.
“Terlebih saat ini Bupati Dodi Reza telah merealisasikan peningkatan kapasitas gedung RSUD Sekayu serta menambah Sarpras agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal di RSUD Sekayu,” tukasnya. (ije)
















