PALEMBANG, fornews.co – Bantaran Sungai Keramasan, anak Sungai Musi, dipenuhi ratusan warga yang datang untuk menyaksikan dan mendukung tim kesayangannya dalam lomba bidar mini yang digelar di Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Minggu siang (15/11).
Peserta lomba bidar mini kali ini sedikit berbeda. Panitia dari Pemerintah Kota Palembang tidak hanya membuka pendaftaran bagi tim pendayung umum dan tim pendayung perempuan saja, tapi juga untuk tim pendayung anak-anak.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani menyebutkan, total ada tiga tim pendayung anak yang berlomba dalam kesempatan tersebut. Seperti namanya, biduk lancar (bidar) mini, maka masing-masing tim hanya terdiri dari lima hingga tujuh orang pendayung saja.
Sementara untuk kategori umum diikuti 47 tim dan kategori perempuan 7 tim. Kategori pendayung perempuan sudah dilombakan sejak tahun lalu, sementara untuk kategori anak baru tahun ini dilombakan.
“Diharapkan para peserta muda ini nanti bukan hanya menjadi juara di kampungnya saja, tapi bisa menjadi pendayung dengan membawa nama daerah di kancah nasional bahkan internasional,” ujar Isnaini dibincangi fornews.co di sela kegiatan lomba.
Dia merencanakan, ke depan akan dibuatkan pola penilaian mendayung dengan waktu tertentu. Apabila ada tim pendayung yang bukan hanya lebih cepat sampai garis finis tapi bisa mencapai target waktu yang ditentukan, mereka bisa dapat bonus.
“Dari perlombaan yang menggunakan target waktu nantinya, kita bisa mendapatkan bibit-bibit pendayung untuk pembinaan lebih lanjut terkait prestasi olahraga. Jadi, bukan sekedar untuk pelestarian tradisi saja,” kata dia.
Menurut Isnaini, penyelenggaraan bidar mini di Sungai Keramasan sudah masuk kalender event pariwisata Kota Palembang. Seperti biasanya, lomba bidar mini digelar dua kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan Oktober. Namun tahun ini terkendala pandemi sehingga gelaran kedua baru bisa dilaksanakan November.
“Target gelaran ini tentu untuk menambah daya tarik wisata Palembang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.
Salah satu warga Kelurahan Karya Jaya, Jana (26) mengatakan, mendayung biduk atau perahu sudah menjadi keseharian warga seperti dirinya yang tinggal di aliran Sungai Keramasan itu. Begitu juga dengan anak-anak, berenang dan berperahu sudah menjadi aktivitas harian.
“Anak-anak sampai yang dewasa sudah biasa mendayung, tapi kalau dilombakan seperti ini tentu jadi hiburan,” kata dia seraya menambahkan tidak sedikit tetangganya berjualan dadakan pada hari itu. (yas)

















