PALEMBANG, fornews.co – Masyarakat Indonesia akan kembali dihadapkan dengan fenomena alam yang cukup langka pada Sabtu (11/01) dini hari. Peristiwa alam tersebut adalah gerhana bulan penumbra yang dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.
Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan tertulis di laman resminya telah menerbitkan fase hingga jadwal gerhana bulan dapat teramati. Dalam keterangannya, Rabu (08/01) BMKG juga mengungkapkan bahwa gerhana diprediksi mulai terjadi pukul 00.05 WIB.
Kemudian puncaknya alias bulan tertutup sepenuhnya pada pukul 02.10 WIB dan berakhir pada pukul 04.14 WIB. Sehingga total durasinya sekitar 4 jam 9 menit.
Gerhana bulan sendiri merupakan peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi. Akibat tertutupnya cahaya surya, bulan akan tampak gelap. Sedangkan gerhana bulan penumbra merupakan peristiwa ketika bulan masuk ke wilayah penumbra bumi. Penumbra adalah bayangan kabur ketika terjadi gerhana.
“Perisitwa ini hanya terjadi pada saat fase purnama,” tulis BMKG.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan fenomena gerhana penumbra kali ini berasosiasi dengan gerhana sebelumnya pada 30 Desember 2001 lalu dan ini merupakan anggota ke-16 dari 71 anggota pada seri Saros 144 (siklus gerhana). Sedangkan gerhana bulan yang berhubungan dengan seri itu akan terjadi lagi pada 21 Januari 2038. (rif)
















