KAYUAGUNG, fornews.co – Keluarga korban pemerkosaan anak di bawah umur oleh petambak udang di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) masih belum bisa menerima begitu saja perbuatan pelaku AA (36). Hal ini sebagaimana diungkapkan ibu korban, Na, Kamis (24/09).
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pelaku saat ini masih menimbulkanrasa sakit hati yang dalam di keluarga korban. Terlebih, korban sendiri merupakan bocah perempuan berumur delapan tahun yang kini masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Bahkan, atas kejadian itu, keluarga korban berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatan pelaku. “Saya sangat mengharapkan pelaku dihukum seberat – beratnya sesuai perbuatan biadab itu. Karena anak saya trauma dan sampai sekarang masih merasakan sakit,” ungkap Na.
Diceritakannya, antara pelaku dan ayah korban sebenarnya sudah lama berteman dan sama-sama bekerja sebagai petambak udang di Wahyuni Mandira (WM). Saat kejadian, lanjut Na, korban. Ditinggal bersama anak pelaku sedangkan pelaku dan ayah korban sama-sama ke lokasi tambak untuk memperbaiki pompa yang rusak.
Baca juga: Bejat, Petambak Udang Ini Tega Perkosa Anak di Bawah Umur
“Setelah pelaku pulang ke rumahnya, ternyata WK masih ada disana, melihat situasi aman, korban kemudian dipaksa membuka pakaian miliknya dan pelaku melancarkan perbuatan bejatnya itu,” ungkapnya seraya mengungkapkan bahwa hal itu terjadi pada Jumat (18/09) sore.
Hari itu, tambah ibu korban, karena hari mulai agak gelap ayah korban menjemput korban untuk pulang. Hanya saja, saat dijemput korban sama sekali belum menceritakan apa yang telah terjadi itu.
“Waktu hati Senin kemarin, saya curiga ketika korban mengeluh sakit di kemaluannya saat buang air kecil. Dan keluar lendir-lendir yang menyerupai sperma, hingga korban langsung menceritakan apa yang terjadi,” tuturnya seraya mengaku kaget atas cerita korban.
Mendengar cerita korban, sang ibu langsung melaporkan ke pemerintah desa dan segera mengecek ke tempat praktek dokter. “Kemarin ketika di visum, begitu kagetnya saya mendengar keterangan dari dokter jika di bagian kemaluan anak saya mengalami sobek dan bekas kekerasan,” tambahnya.
Baca juga: Sempat Buron, Pelaku Penganiayaan Ini Diringkus Saat Pulang Kampung
“Kemudian saya melaporkan kejadian itu Kepolisian pos Sei Sibur, dan pada malam itulah pelaku digrebek di dalam rumahnya dan sempat dihajar warga yang kesal sebelum akhirnya dijemput untuk diamankan ke Mapolsek Sungai Menang,” pungkasnya. (rif)

















