SLAWI, fornews.co – Seorang mahasiswa pecinta alam dari Mapala Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah, dikabarkan tewas di Gunung Slamet diduga hipotermia.
Dilansir fornews.co dari iNews.id Kepala polisi Bumijawa menjelaskan korban bernama Sadewa Natha Radya usia 19 tahun ditemukan pada Sabtu siang di bawah puncak Gunung Slamet.
Baca: APGI Rilis Tingkat Kesulitan Jalur Pendakian Gunung di Indonesia
“Benar. Korban ditemukan tewas oleh temannya yang naik hingga puncak,” terang Kapolsek Bumijawa, AKP Mukmin.
Namun, karena kabut dan badai, sambung AKP Mukmin, evakuasi jenazah baru dilakukan keesokan harinya pada Ahad pagi.
Evakuasi jenazah dilakukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi cuaca buruk hingga memakan waktu sekira 12 jam.
Petugas juga turut mengevakuasi satu korban patah tulang pada lengan tangan saat hendak membantu temannya yang masuk jurang.
“Mereka mendaki melalui jalur Pos Pendakian Permadi Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada hari Kamis tanggal 23 Februari 2023,” ujar AKP Mukmin.
Jenazah Sadewa Natha Radya selanjutnya dibawa ke RSUD Dokter Soesilo, Slawi. Diketahui korban juga memiliki asma.
Pendakian oleh tujuh mahasiswa Mapala Unsoed itu dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 23-26 Februari 2023.
Seorang petugas di Pos Pendakian Permadi Guci, Sofyan, mengatakan dari ketujuh pendaki hanya empat orang saja yang naik hingga puncak Slamet.
Menurut keterangan beberapa sumber di lokasi, dari ketujuh mahasiswa Mapala Unsoed itu dua di antaranya adalah perempuan.
Namun, belum ada kabar lebih lanjut apakah ada pendaki lain yang naik ke Gunung Slamet selain pendaki dari Mapala Unsoed.
Karena kondisi cuaca buruk di Gunung Slamet untuk sementara waktu kegiatan pendakian dari jalur Pos Permadi Guci ditutup. (adam)

















