
BATURAJA-Intensitas curah hujan tinggi di Bumi Sebimbing Sekundang di bulan November 2016 ini, mengakibatkan tanah longsor yang melanda Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Ulu Ogan, Ogan Komering Ulu (OKU). Dampak longsor berupa material bebatuan dan tanah itu sendiri, menyebabkan akses jalan menuju beberapa desa di Kecamatan Ulu Ogan, terisolasi.
Kapolsek Ulu Ogan, Ipda Duarsah mengatakan, tidak ada korban jiwa dan rumah penduduk yang rusak akibat peristiwa tanah longsor Rabu (23/11) dini hari. “kita mendapat laporan dari warga yang hendak pergi ke kebun, yang mengatakan jika jalan di desa tersebut tidak bisa dilalui akibat longsor. Dari informasi tersebut kita langsung melakukan pengecekan TKP, dan benar saja, saat kita datang jalan sudah tertutup oleh tanah dan batu-batu besar,” ujar Duarsah, Kamis (24/11).
Lanjut dia, daerah Ulu Ogan rawan longsor, dikarenakan struktur tanah yang berbukit-bukit dan curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan tanah tidak stabil dan dapat menimbulkan longsor. “Bisa kita lihat sendiri kalau kita melalui jalan Ulu Ogan. Akses jalan yang sangat berbahaya jika turun hujan secara terus menerus,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, aparat polisi dibantu petugas kecamatan dan warga sekitar bergotong royong membersihkan material longsor dengan alat konvensional. “Untuk tanah dan batu kecil bisa kita bersihkan secara gotong royong. Namun, batu besar tidak bisa kita pindahkan karena kita hanya menggunakan alat seadanya,” imbuhnya.
Warga sekitar berharap, pemerintah daerah segera mengirimkan alat berat serta melakukan antisipasi terhadap tanah longsor di sepanjang jalan ini. “Jangan sampai terjadi tanah longsor dan ada korban dulu baru mau mulai melakukan antisipasi,” tukas Deden, salah satu warga yang turut membersihkan meterial longsor. (ibr)















