PALEMBANG, fornews.co – Usai menembus puncak Elbrus, Russia, pada 15 Agustus 2018 lalu, tiga pendaki Mapala Alfedya, Faldi Riswandi, Riza Husin dan Riki Adriansyah, mendapat kehormatan jamuan makan malam di kediaman dinas Kapolri, Jendral (Pol) Tito Karnavian, Senin (20/08).
Saat berada di rumah Kapolri, tiga pendaki yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang (FE-B UMP) itu berkesempatan berbincang-bincang dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumardi dan Gubernur Sumsel terpilih, Herman Deru, yang secara berbarengan ada di tempat yang sama.
Faldi menceritakan, mereka masih tak percaya sepulang dari membukukan sejarah sebagai mahasiswa pertama dari Bumi Sriwijaya yang menginjakkan kaki di puncak Gunung Elbrus, langsung direspon dengan apresiasi besar dari petinggi negara.
“Kami sama sekali tidak menyangka, kalau Kapolri mengundang kami makan malam di rumah dinas Kapolri. Ternyata, saat kami datang, sudah ada Menteri Perhubungan dan Gubernur Sumsel terpilih. Ini apresiasi yng sangat besar buat kami bertiga,” ujar Faldi, didampingi Riza dan Riki, saat tiba di Palembang, Selasa (21/08).
Selama jamuan makan malam, terang Faldi, Kapolri dan istri banyak bertanya tentang ekspedisi mereka, mengapa memilih gunung Elbrus Rusia untuk Pemakaian Songket ke Eropa.
“Ya kami ceritakan, bahwa kami membawa misi mengenalkan Songket Palembang ke Eropa dan menyukseskan Asian Games di Jakarta-Palembang. Karena pemakaian Songket itulah, makanya ibu Kapolri jadi tertarik dan kami diundang makan malam dirumah dinas,” terang mantan Ketua Umum Mapala Alfedya ini.
Faldi melanjutkan, Kapolri dan Istri, Menteri Perhubungan, serta Gubernur Sumsel terpilih sangat ramah kepada mereka. Itu terlihat ketika mereka mengobrol dengan suasana yang santai. Terlebih, mereka semuanya menggunakan bahasa daerah Palembang. “Kami ngobrol pakai bahasa Palembang, jadi terasa santai. Bapak Kapolri dan Menteri Perhubungan sangat mensuport apa yang kami lakukan,” tukasnya.
Sementara, Riza Husin menimpali, saat perbincangan dengan Kapolri dan istri serta Meneteri Perhubungan dan Gubernur Sumsel terpilih, mereka menjelaskan pendakian ke Gunung Elbrus itu merupakan salah satu dalam rencana pemakaian Songket di tujuh puncak tertinggi dunia (Seven Summit).
“Setelah ini, kami Mapala Alfedya berencana ke Gunung Kilimanjaro (Afrika) dan Aconcagua di Argentina untuk menuntaskan rencana seven summit itu. Pada tahun 2017 lalu kami sudah berhasil mencapai puncak Cartenz di Papua juga pemakaian songket,” timpalnya.
Pada jamuan makan malam itu, hadir juga Pembantu Rektor IIi UMP, DR Ir Mukhtarudin Muchri MP dan Pembantu Dekan III, M Orba Kurniawan SE SH MM serta Ketua Umum Mapala Alfedya FEB UMP, Fairus Latief.
Sekadar informasi, trio pendaki Mapala Alfedya ini berhasil menapaki puncak Gunung Elbrus, Russia pada Selasa (15/8) sekitar pukul 14.00 WIB atau pukul 09.00 waktu Rusia. Pada Agustus 2017 lalu, pendaki Alfedya juga berhasil menggapi puncak Cartenz Pyramid di Papua. (tul)

















