PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC gagal mencuri poin dari Persija Jakarta pada laga pekan 32 Liga 1 2018 yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/11) sore. Sukses menahan imbang Macan Kemayoran hingga 90 menit, Laskar Wong Kito justru kecolongan gol di waktu tambahan.
Pada pertandingan bertensi tinggi ini, kedua tim sama-sama memburu kemenangan. Persija butuh tambahan tiga poin untuk mengejar PSM Makassar di puncak klasemen. Sementara bagi Sriwijaya, kemenangan akan menjauhkan dari zona degradasi. Sejak wasit Iwan Sukoco memulai laga, kedua tim langsung berupaya mendominasi pertandingan.
Kejutan tuan rumah hadir saat laga belum genap masuk ke menit 2. Umpan Renan Silva dari tendangan bebas di sisi kanan pertahanan Sriwijaya, disambut dengan sundulan keras dan terarah Marko Simic ke arah gawang yang tak mampu dihalau Teja Paku Alam.
Esteban Vizcarra dkk pun tersengat dengan gol cepat tuan rumah. Serangan demi serangan dilancarkan ke pertahanan Persija. Upaya Sriwijaya menyamakan skor baru bisa direalisasikan di menit 20. Kerja sama Muhammad Hambali Tolib dan Yogi Rahadian dituntaskan dengan sempurna oleh Manuchekhr Dzhalilov untuk menggetarkan jala gawang Shahar Ginanjar.
Memasuki menit 31, Persija kembali unggul 2-1 berkat gol Ramdani Lestaluhu. Mantan punggawa Sriwijaya ini menanduk bola umpan Michael Orah untuk kembali memperdayai Teja Paku Alam. Hingga turun minum skor tidak berubah 2-1.
Masuk paruh kedua pertandingan, Sriwijaya langsung mengambil inisiatif serangan. Penetrasi Dzhalilov ke kotak penalti Persija yang dihalangi Jaimerson membuatnya terjatuh. Wasit Iwan Sukoco pun mengganjar Persija dengan hukuman penalti. Alan Henrique yang maju sebagai eksekutor sukses menundukkan Shahar untuk kembali menyamakan skor 2-2.
Di saat pertandingan diperkirakan berakhir imbang, petaka bagi Sriwijaya hadir di menit 90+1. Berawal dari sebuah sepak pojok, terjadi kemelut di muka gawang Sriwijaya. Maman Abdurahman yang berdiri bebas menyambar bola liar dengan sundulannya ke pojok gawang Teja. Bukan hanya membuat Jak Mania yang memenuhi stadion bersorak gembira, gol tersebut juga membuat permainan apik Vizcarra dkk sepanjang pertandingan seakan sia-sia. Saat wasit mengakhiri pertandingan, para pemain Sriwijaya pun tak kuasa meluapkan emosi mereka. Ada yang tertunduk lesu, menangis, bahkan ada yang memprotes wasit.
“Pertandingan sangat seru. Kita bisa mendominasi pertandingan, hanya saja kita kalah dari (situasi) bola mati. Padahal kita sudah tahu Persija akan memanfaatkan hal seperti itu dan kita sudah antisipasi (saat latihan), tapi (hasilnya) seperti yang dilihat tadi,” ujar Pelatih Sriwijaya FC Angel Alfredo Vera pada post match press conference di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu (24/11) sore.
Meski mendapat hasil negatif, namun Alfredo mengapresiasi kinerja pemainnya di laga sore tadi. Menurutnya, motivasi pemain untuk menang sangat besar. Hanya saja sayangnya tim belum dinaungi keberuntungan.
”Tapi yang positif kita main bagus hari ini, kita kerja keras dan berusaha maksimal. Pemain sudah kasih semua kemampuan (terbaik) untuk dapat poin hari ini, walaupun akhirnya (hasil pertandingan) tidak seperti yang diharapkan. Kalau kita bisa main seperti ini terus, saya yakin kedepan kita punya harapan besar lolos degradasi,” tutur pria asal Argentina ini.
Sementara itu, penyerang Sriwijaya FC Nur Iskandar menambahkan, pada pertandingan kontra Persija tadi tim bermain sangat bagus. Hal itu merupakan hasil latihan yang lebih matang jelang pertandingan ini.
“Hari ini kita main sangat bagus. Latihan juga lebih matang untuk hadapi Persija, termasuk antisipasi set piece mereka. Mungkin di saat menit akhir tadi fokus teman-teman menurun sehingga kecolongan (gol),” kata Nur.
Merespons rekan-rekannya yang meluapkan emosi kepada wasit di akhir pertandingan, Nur menilainya masih dalam batas kewajaran. Sebab dirinya pun merasa kecewa dengan hasil pertandingan. Hal itu dikarenakan pemain Sriwijaya sangat maksimal di lapangan.
“Seluruh pemain yang diturunkan sudah mengeluarkan kemampuan terbaik. Kita kerja keras, lari sana sini, kejar bola untuk memenangi pertandingan atau dapat poin. Tapi hasilnya berkata lain ya pastinya kecewa. Apalagi kita benar-benar melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi laga hari ini. Kita tidak datang kesini untuk kalah,” tukasnya.
Dengan hasil ini, Persija yang mendapat tambahan tiga poin melesat ke puncak klasemen dengan poin 36 melewati PSM Makassar yang mengoleksi 34 poin dan baru akan memainkan laga pekan 32 besok menjamu Bali United. Sedangkan dengan kekalahan ke 16 ini, Sriwijaya terpaku di peringkat 15 dengan 36 poin dan sangat rawan dilampaui Perseru Serui (36 poin), PS TIRA (36), dan PSMS Medan (34). (ije)
DPW Partai Nasdem Sumsel Usulkan Pecat Iwan Tuaji, Buntut Dugaan Kasus Suap Proyek di Pemkab PALI
PALEMBANG, fornews.co - Imbas Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, jadi tersangka kasus dugaan gratifikasi atau suap...
Read more

















