PALEMBANG, fornews.co – Meski telah beroperasi sejak Desember 2013, namun fungsi Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) belum maksimal. Untuk itu Kementerian Perhubungan RI mengambil berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan keberadaan pelabuhan konektivitas Sumsel-Babel tersebut.
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan, sejak diresmikan operasionalnya pada 11 Desember 2013, kapasitas yang digunakan di TAA belum maksimal. Padahal di sisi lain, ada begitu besar potensi angkutan barang-barang yang bisa dilakukan dari Sumatra Selatan ke Bangka maupun Belitung.
“Oleh karenanya kami mengkoordinasikan (dengan pihak terkait) agar fungsi pelabuhan itu akan dibuat 2 jenis yang saat ini digunakan untuk penumpang. Sedangkan yang saat ini dikelola Pelindo dalam waktu dekat akan diserahkan kepada ASDP sehingga bisa ditambah angkutan-angkutan barang atau Roro dari TAA ke Babel,” kata Budi pada press conference di Hotel Santika Palembang, Sabtu (24/11) sore.
Menurut Budi, meski nantinya terminal angkutan barang di Pelabuhan TAA sudah beroperasi, namun Pelabuhan Boom Baru di Palembang tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja, lanjutnya, masyarakat memiliki alternatif dalam pengiriman barangnya.
“Di Boom Baru tetap (operasional). Masyarakat jadi punya dua pilihan (pelabuhan). Tapi nanti pelan-pelan akan (pindah) kesana (TAA),” tuturnya.
“Semua ini akan saya kaji, saya minta waktu dua minggu. Kepada teman-teman di Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Perhubungan Darat untuk bisa berkoordinasi,” imbuh Budi. (ije)

















