PALEMBANG, fornews.co – Hari pertama tahun 2020, sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir dengan ketinggian bervariasi dari 30 cm hingga 200 cm. Dari pantauan BNPB, terdapat 7 kecamatan di Jakarta Selatan dan 10 kecamatan di Kota Bekasi yang terendam banjir.
Tak hanya itu, sebaran titik banjir juga terjadi di Tangerang Selatan. Hingga Rabu (01/01) sore, BNPB terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan BPBD terdampak. Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB masih melakukan pendataan dan kaji cepat di daerah-daerah terdampak.
Banjir yang terjadi pada beberapa titik kota Jakarta serta wilayah Jabodetabek disebabkan oleh luapan sungai Ciliwung dengan tinggi muka pintu air Katulampa lebih dari 110 cm (31/12/2019) sehingga 41 titik wilayah kota Jakarta dan 62 titik wilayah Jabodetabek terdampak banjir dan masyarakat harus mengungsi ke tempat aman.
Akibat banjir yang terjadi di sejumlah titik yang melanda sebagian Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, PLN terpaksa melakukan pemadaman sementara di sejumlah wilayah. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga agar terhindar dari bahaya arus listrik.
Sejak pukul 16.00 WIB, dari 23.700 gardu distribusi yang ada di Jabodetabek sebanyak 3.100 gardu distribusi dipadamkan sementara. Untuk DKI Jakarta, daerah yang mengalami pemadaman listrik di antaranya Karet Pasar Baru Barat dan sekitarnya, Kedoya Utara, Tanjung Duren, Pancoran, Pejaten Timur, Jati Petamburan, Perum Billy Moon 3 Pondok Kelapa, Jalan Kebon Jeruk Raya, Komplek Jatibening, Jalan Raya Daan Mogot Kalideres, Jalan Swadarma Raya, Jalan Pos Pengumben, Jalan Sektor Ciledug, Jalan Bangka Kemang, Duta Indah Square, Perum Taman Bougenville, Perum Taman Wiana Jatibening, Perum Pinewood Wibawamukti. Kapuk, Joglo, Ciledug, Tanah Tinggi, Duri Kosambi, Kemanggisan, Kembangan, Jagakarsa, Jatiasih, Petamburan, Karet.
“Kami amankan listriknya sampai benar-benar siap untuk dinyalakan agar masyarakat terhindar dari sengatan listrik,” ujar Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka.
Untuk wilayah Jawa Barat, daerah terdampak pemadaman di antaranya sebagian Bekasi, GPI, Cikarang, Bogor, dan Karawang.
Sementara untuk wilayah Banten, dari total 14.000 gardu distribusi sebanyak 228 gardu distribusi yang ada di wilayah kerja PLN UID Banten terpaksa dipadamkan untuk keamanan warga.
Pihak PLN pun mengimbau kepada masyarakat apabila wilayahnya mulai tergenang air untuk melakukan:
- Matikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB).
- Cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak.
- Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.
- Apabila aliran listrik di sekitar rumah belum padam, segera hubungi Contact Center 123, aplikasi PLN Mobile atau Kantor PLN Terdekat meminta untuk dipadamkan.
Setelah banjir surut, pastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering. PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik. (ije/bnpb)

















