PALEMBANG, fornews.co – Tim Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) melepasliarkan seekor Harimau Sumatra yang diberi nama Corina di kawasan restorasi ekosistem Riau, Minggu (20/12).
Pelepasliaran ini dipimpin langsung Direktur Jenderal KSDAE KLHK, Wiratno. Ikut serta dalam pelepasliaran antara lain tim Balai Besar KSDA Riau, Tim PRHSD, serta tim APRIL atau RER PT Gemilang Cipta Nusantara. Penentuan lokasi pelepasliaran dilakukan berdasarkan hasil kajian kesesuaian habitat oleh Tim Pakar yang dipimpin oleh Prof. Satyawan Pudyatmoko dari Fakultas Kehutanan UGM.
“Semoga Corina dapat bertahan di alam dan dapat berkembang biak, sehingga populasi Harimau Sumatra semakin meningkat. Kami juga berharap, semakin banyak satwa yang terselamatkan, dan tidak ada lagi satwa yang mati atau terluka akibat jerat,” ujar Wiratno dalam siaran pers KLHK, Senin (21/12).
Pada Maret lalu, Harimau Sumatra berjenis kelamin betina ini ditemukan dalam kondisi terjerat. Setelah berhasil diselamatkan, Corina dititipkan ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD) untuk dilakukan perawatan yang intensif, hingga akhirnya diputuskan untuk dapat dilakukan pelepasliaran kembali ke habitatnya.
Sebelum dilepasliarkan, Corina dipindahkan dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya ke lokasi habituasi. Selanjutnya, dilakukan pemasangan GPS Collar di tubuh Corina, untuk keperluan pemetaan wilayah jelajahnya, dan bermanfaat mengantisipasi terulangnya satwa tersebut kembali terjerat.
Selain itu, pemasangan GPS Collar untuk memudahkan pemantauan pada saat coverage satelit GPS terbatas, dipasang pula transmitter radio yang dapat dipantau langsung menggunakan receiver radio tracking dengan system trianggulasi.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan para pihak yang telah mendukung upaya penyelamatan Corina ini.
“Dukungan para pihak dalam penyelamatan satwa liar sangat diperlukan, karena upaya konservasi harus dilakukan bersama-sama. Ke depan, KLHK melalui BBKSDA Riau dan mitra terus melakukan kampanye “Operasi Sapu Jerat” terutama di wilayah kawasan konservasi dan di seluruh habitat Harimau Sumatra, termasuk di seluruh Semenanjung Kampar,” kata Suharyono. (yas)

















