KAYUAGUNG, fornews.co – Desa-desa di Kabupaten OKI diminta berpartisipasi menampilkan produk atau kreasi unggulannya di OKI Expo 2019 yang digelar memperingati HUT ke-74 Kabupaten OKI, Oktober mendatang.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), H Husin, pada rapat persiapan OKI Expo 2019, Senin (02/09). Menurut Husin, OKI Expo bisa menjadi ajang menampilkan hasil kreasi unggulan desa. Hal ini sesuai dengan misi Bupati OKI yang mengusung jargon membangun OKI dari Desa.
Tidak hanya memamerkan produk unggulan, kata Husin, OKI Expo juga bisa menjadi kesempatan menampilkan kesuksesan yang diraih desa-desa tersebut. Bahkan, menurut Husin jika perlu setiap kecamatan mengirimkan minimal lima desa untuk ikut OKI Expo.
“Desa sudah di support dana desa yang cukup. Jadi perlu dipamerkan untuk apa saja dana desa itu dan keberhasilan apa yang sudah dikembangkan atau dicapai oleh desa itu,” ujar Husin.
Menurut Husin, untuk kegiatan pertama kali ini pihak kecamatan menyeleksi lima desa mewakili daerahnya.
“Silakan dipersiapkan desanya untuk mengikuti OKI Expo, karena setiap desa itu memiliki inovasi masing-masing yang menarik, seperti Pedamaran itu kan banyak kerajinan tikar, Tulung Selapan itu ada pembuatan terasi, kemplang dan lainnya yang sudah dikenal masyarakat,” tutur Husin.
Tak hanya desa, lanjut Husin, setiap kecamatan tetap harus ikut membuka stan pameran. Selanjutnya ada pula OPD, perusahaan di bawah binaan perkebunan yang ada di OKI juga diimbau.
“Soal sewa stan yang tinggi dari pihak event organizer (EO) nanti akan dilakukan rapat kembali,” katanya.
Keinginan Pemkab OKI tersebut tak sepenuhnya diterima pihak kecamatan. Salah seorang camat yang minta tidak disebut namanya mengatakan, dirinya keberatan jika setiap kecamatan mengirimkan lima desa untuk ikut memamerkan hasil kerajinan maupun inovasinya pada OKI Expo mendatang.
“Setiap desa itu hampir sama kerajinan yang dihasilkan, kenapa tidak digabung dengan stan kecamatan saja,” tegasnya.
Meski demikian, sang camat yang mewakili beberapa camat lainnya ini berharap ketetapan ini disesuaikan kembali.
“Nanti akan diadakan rapat kembali karera keputusan ini belum final. Mudah-mudahan nanti ada solusi dalam kegiatan tersebut sehingga tetap meriah dan sukses seperti expo yang digelar sebelumnya,” ujarnya. (rif)

















