YOGYAKARTA, fornews.co—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan segera memasang alat pendeteksi dini gempa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah selesai membuat Earthquake Early Warning System (EEWS).
Alat pendeteksi dini gempa bumi itu nantinya akan memberikan informasi akan datangnya gempa bumi beberapa detik sebelum kejadian.
Meski alat pendeteksi masih diriset dan dikaji, Sri Sultan mendukung kerja BMKG agar EEWS dapat segera diselesaikan.
“Harapannya, masyarakat bisa mendapat peringatan dini untuk bergegas bertindak mencari perlindungan beberapa saat sebelum guncangan gempa terjadi,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Namun, imbuhnya, ini masih perlu riset lebih lanjut dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Saat menemui Gubernur DIY mempresentasikan EEWS, pihaknya disarankan Sri Sultan untuk bekerja sama dengan negera lain, meski BMKG telah bersepakat melakukan riset bersama Jepang.
Baca: Gempa Magnitudo 6.8 Guncang Bengkulu
“Yang jelas harus ada kajian lebih lanjut dan harus dicek akurasinya. Baru nanti alat akan kami pasang. Kalau pasang itu masalah gampang, risetnya yang penting,” jelasnya.
Pemasangan alat EEWS itu pertama akan difokuskan pada titik-titik yang dianggap rawan terhadap gempa.
Namun, BMKG juga berencana akan memasang alat khusus pedeteksi bermagnitudo rendah di bawah 1,9 SR di patahan Opak-Oyo, dan alat pengukur intensitas guncangan gempa dalam skala MMI di bandara YIA.
Baca: Ini lho! Penyebab Dingin Kering di Yogyakarta
“Khusus di YIA, alat ini sengaja kami pasang di terminal agar semua orang bisa tahu jika ada gempa, dan berapa tingkat guncangannya,” katanya.
Harapannya, alat pendeteksi gempa yang dipasang nantinya dapat memberikan informasi kepada masyarakat sehingga dapat melakukan antisipasi jika akan terjadi gempa besar. (adam)
















