YOGYAKARTA,fornews.co–Intrusi atau bertiupnya angin monsoon dingin dari Australia, menyebabkan wilayah DIY belakangan ini bersuhu rendah hingga 17 derajat Celsius.
Kandungan uap air yang sangat rendah menyebabkan pertumbuhan awan kemungkinan kecil terjadi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut intrusi menjadi pertanda memasuki puncak musim kemarau.
Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Etik Setyaningrum, mengungkapkan berkurangnya pembentukan awan menyebabkan radiasi balik bumi ke atmosfer.
Hal itulah yang membuat temperatur di bumi menjadi cepat dingin.
Intrusi angin dingin dari Australia menyebabkan wilayah Indonesia di bagian selatan menjadi bertemperatur dingin.
Suhu rendah itu bersifat dingin dan kering, yang belakangan ini dirasakan di Yogyakarta.
“Beberapa hari ini suhu minimum pada malam hingga pagi hari mencapai 17-19 derajat Celsius,” katanya.
Dijelaskan Etik, puncak musim kemarau di DIY diperkirakan terjadi pada Agustus ini.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dalam keadaan dingin seperti sekarang ini.
Menjaga kesehatan dengan cara sederhana salah satunya adalah banyak minum air dan mengonsumsi makanan bergizi.
Dengan begitu imunitas tubuh akan meningkat dan terjaga.
Masyarakat juga diimbau untuk seminimal mungkin tidak beraktivitas keluar malam.
“Namun, jika terpaksa keluar malam, tetap harus memakai jaket dan masker,” katanya.
Selain itu, masyarakat untuk menghambat air dengan tidak menggunakan air secara berlebihan.
Tidak membakar sampah di sembarang tempat agar tidak memicu kebakaran.
Kepada petani, pihaknya juga mengimbau untuk mengantisipasi gagal panen dengan menyesuaikan tanaman beriklim kemarau.
Salah seorang warga Banguntapan, Bantul, DIY, mengakui hawa dingin justru dirasakan sebelum jam 21.00 WIB.
“Menjelang malam, hawa dingin biasanya mulai terasa,” ujar Aswin, “bahkan sebelum jam 21.00.”
Namun, ia tidak heran karena hawa dingin seperti yang terjadi belakangan ini juga kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. (adam)

















