PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC kedatangan PSMS Medan di pertandingan pekan 26 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (18/10) mulai pukul 18.30 WIB. Duel tim Pulau Sumatra ini diprediksi panas dan keras karena keduanya butuh kemenangan untuk menjauhi jeratan degradasi.
Hingga pekan 25, Sriwijaya belum beranjak dari papan bawah. Mengoleksi 30 poin, Esteban Vizcarra dkk berada di peringkat 13 klasemen sementara. Sriwijaya hanya terpaut 2 poin dari PS TIRA yang berada di posisi teratas zona merah.
Sedangkan PSMS, belum juga mampu beranjak dari dasar klasemen. Memiliki satu laga tunda, PSMS masih punya kesempatan naik peringkat dengan syarat tak boleh lagi menelan kekalahan. Setidaknya hal itu telah ditunjukkan Rahmad Hidayat dkk pada tiga laga terakhir dimana PSMS mencatatkan satu kemenangan dan dua hasil imbang.
“Saya pikir PSMS (meski di dasar klasemen) adalah tim kuat. Karena mereka belum kalah di tiga pertandingan dengan menahan imbang Barito Putera di pertandingan terakhir mereka. Kita harus hati-hati lawan mereka besok,” ujar Pelatih Sriwijaya FC Subangkit, pada pre-match press conference di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (17/10).
Menurut Subangkit, PSMS sedang dalam tren positif. Oleh karenanya, Subangkit mewanti-wanti seluruh pemainnya untuk berhati-hati dan fokus pada laga besok malam.
“Mereka punya pemain sayap yang bagus dan pemain tengah yang sering muncul dari belakang. Ini yang perlu diwaspadai,” tutur Subangkit.
Meski telah mengantongi kekuatan dan kelemahan lawan, pelatih asal Pasuruan, Jawa Timur ini justru merisaukan persiapan timnya. Hal itu tak lain dikarenakan minimnya stok pemain yang bugar untuk diturunkan di laga besok. Selain beberapa pemain mengalami cedera dan masih dalam tahap pemulihan, ada beberapa pemain reguler yang baru kembali ke tim usai membela timnas.
“Persiapan sudah maksimal dengan pemain yang ada. Ada beberapa pemain cedera yang tidak bisa turun besok tapi kita sudah siapkan tim untuk menghadapi PSMS Medan besok. Hadji dan Goran kita lihat kondisinya sampai besok. Kita juga masih menunggu Marckho karena sampai hari ini belum datang. Harapan saya mudah-mudahan Beto sama Zulfiandi (usai memperkuat timnas Indonesia) bisa gabung besok,” kata Subangkit.
Sementara itu, Pelatih PSMS Medan Peter Butler mengatakan, mereka datang ke Palembang dengan semangat tinggi. Meski timnya tengah melaju dalam tren positif, namun Peter mengaku sedikit kehilangan momentum ketika laga kontra PS TIRA harus ditunda.
“Padahal kita baru kembali dari hasil bagus menghadapi Serui, Lamongan dan Barito. Meski dalam situasi sangat sulit, tetapi kita dalam persiapan bagus,” kata Peter.
Pelatih asal Inggris ini mengatakan, menghadapi Sriwijaya di kandangnya merupakan pekerjaan yang sulit. Dibutuhkan lebih dari sekadar skill, kekompakan dan mentalitas bertanding yang bagus untuk mendapat hasil positif di Palembang.
“Saya pernah kesini dengan Persipura dan saya tahu pasti disini selalu sangat sulit. Mereka banyak pemain berbahaya jadi kita hormat mereka. Kita datang untuk mencoba menang. Kalau kita datang dengan mentalitas tak yakin dan sedikit kurang kuat pasti ada masalah,” ujar Peter.
“Kalau kita main defensif salah besar. Saya bukan pelatih seperti itu. Kita akan ofensif dan coba menang. Kalau tidak bisa menang tidak apa-apa tapi setidaknya saya tahu di setiap pertandingan pemain kasih 100% kemampuan mereka,” imbuhnya. (ije)

















