TANGERANG, fornews.co — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pencapaian ekspor hingga tiga juta unit ke lebih dari 100 negara menunjukkan standar produksi nasional telah diterima pasar global.
Hal tersebut disampaikan Airlangga Hartarto dalam Forum Diskusi Pengembangan Industri Otomotif yang diselenggarakan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Tangerang, Senin, 20 April.
“Apresiasi saya berikan kepada TMMIN. Dan ini menunjukkan bahwa Toyota mampu memenuhi standar kualitas global di lebih 100 negara,” ujarnya.
Capaian ekspor jutaan unit kendaraan yang dilakukan industri otomotif Indonesia didorong melompat lebih jauh memperdalam nilai tambah, memperkuat rantai pasok domestik, dan memastikan transformasi teknologi.
Hal ini menegaskan bahwa industri dalam negeri sudah memiliki fondasi untuk melangkah ke fase berikutnya.
Industri otomotif saat ini tetap menjadi tulang punggung penting bagi perekonomian nasional. Diperkirakan 1,5 juta tenaga kerja bergantung pada sektor ini, dari manufaktur hingga distribusi.
Forum yang mempertemukan pemerintah dan pelaku industri tersebut memunculkan kesadaran bahwa daya saing tidak cukup dibangun dari volume produksi, tetapi dari kemampuan menguasai teknologi, efisiensi rantai pasok, serta keberanian berinvestasi pada sektor masa depan.
Pemerintah mendorong langkah konkret pengembangan kendaraan listrik, hilirisasi bahan baku seperti nikel untuk baterai, serta penguatan industri komponen lokal sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai produksi global.
Di sisi lain, pelaku industri diingatkan untuk tidak berhenti pada perakitan. Penguasaan teknologi inti, riset, dan inovasi menjadi kunci agar Indonesia tidak terus berada di posisi pinggir dalam peta industri dunia.
Kolaborasi lintas sektor pun disebut sebagai faktor penentu. Hadir dalam forum tersebut antara lain Susiwijono Moegiarso, Ali Murtopo Simbolon, Setia Diarta, Masahiko Maeda, dan Nandi Julyanto.

















