JOGJA, fornews.co — Peringatan Hari Kartini kembali dihidupkan dengan cara yang lebih bermakna dengan menghadirkan ruang aman bagi perempuan penyintas kekerasan seksual yang sedang memulihkan diri.
Tiga unit hotel di Jogja, THE 1O1 Yogyakarta Tugu, 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro, dan 1O1 Urban Heritage Yogyakarta Lynn Prawirotaman, justru memilih untuk menempatkan empati sebagai inti perayaan melalui kegiatan kebersamaan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Sidoarum, Senin, 20 April 2026.
Semangat R.A. Kartini tidak dihadirkan sebagai simbol kosong, tetapi diterjemahkan menjadi praktik yang menyentuh langsung kehidupan para penyintas lebih dari 50 perempuan dari berbagai usia yang saat ini berada dalam pendampingan Dinas Sosial DIY.
Mereka tidak hanya diajak berkegiatan, tetapi juga diberi ruang untuk didengar, diakui, dan dipulihkan secara perlahan.

Kegiatan ini menggarisbawahi satu hal penting bahwa pemulihan bukan proses individual semata, melainkan perjalanan kolektif yang membutuhkan dukungan sosial yang konsisten.
Di sinilah peran sektor swasta berani mengambil posisi untuk berpihak pada kelompok rentan.
Wahyu Wikan Trispratiwi, General Manager Cluster Region Yogyakarta PHM Hotels, menegaskan bahwa industri perhotelan memiliki tanggung jawab sosial yang tidak bisa diabaikan.
Menurutnya, hospitality tidak berhenti pada pelayanan tamu. Ada dimensi kemanusiaan yang harus dijaga untuk menghadirkan kehangatan bagi masyarakat, termasuk mereka yang sering kali terpinggirkan.
“Sebagai bagian dari industri perhotelan yang dekat dengan masyarakat, kami percaya bahwa hospitality bukan hanya tentang service pada tamu, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan kehangatan bagi komunitas dan masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan dan kolaborasi diselenggarakan, pihaknya ingin menghadirkan ruang yang penuh dukungan dan semangat positif, sehingga para peserta dapat merasakan kembali semangat dalam diri mereka untuk terus tumbuh, percaya pada diri sendiri, dan menatap masa depan dengan harapan yang lebih baik.

Senada dengan itu, AR Atik Damarjati dari 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro menilai peringatan Kartini sebagai momentum untuk membangun koneksi yang lebih tulus.
Baginya, kebersamaan sederhana seperti berbagi cerita dan tawa memiliki daya pemulihan yang tidak bisa diremehkan.
Perempuan punya kekuatan untuk bangkit, tetapi lingkungan yang mendukung tetap menjadi fondasi penting.
“Bagi kami, kegiatan sederhana seperti ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa setiap perempuan memiliki kekuatan dan semangat untuk terus melangkah, serta selalu ada ruang untuk bangkit dan berkembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Syahfitri dari 1O1 Urban Heritage Yogyakarta Lynn Prawirotaman menyoroti pentingnya keberlanjutan dukungan sosial.
Ia menilai bahwa perhatian yang konsisten akan membantu penyintas merasa dihargai sebagai individu, bukan sekadar objek bantuan. Setiap langkah kecil menuju pemulihan layak dirayakan.
“Kami ingin para penyintas merasakan bahwa mereka memiliki banyak potensi dan kekuatan di dalam diri mereka, serta bahwa setiap langkah kecil menuju pemulihan dan pemberdayaan patut dirayakan bersama,” ujarnya.
Apa yang dilakukan kolaborasi ini bermakna lebih luas terhadap peringatan Hari Kartini di Indonesia benar-benar menyentuh akar persoalan yang dihadapi perempuan hari ini.
Kekerasan berbasis gender masih menjadi realitas yang belum terselesaikan. Maka, inisiatif seperti ini menjadi pengingat bahwa perayaan tidak cukup berhenti pada simbol, tetapi harus bergerak ke aksi nyata.
Di Jogja, peringatan Kartini tahun ini menunjukkan bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari langkah yang sederhana dan konsisten mendengarkan, menemani, dan mengakui keberanian para penyintas untuk terus melangkah.
Di pusat Jogjakarta yang terus bergerak antara tradisi dan eksperimen gaya hidup, THE 1O1 Hotel Yogyakarta Tugu tidak hanya menawarkan kamar untuk ditinggali, tetapi menghadirkan cara baru memaknai pengalaman singgah.
Hotel ini menempatkan “Smart Stylish Experience” sebagai gagasan utama, sekaligus upaya merumuskan ulang bagaimana tamu berinteraksi dengan ruang, layanan, dan kota itu sendiri.
Alih-alih menjadi tempat beristirahat yang pasif, hotel ini mendorong tamu untuk terlibat aktif dengan ritme urban Jogjakarta.
Lokasinya yang berada di pusat kota membuka kemungkinan eksplorasi tanpa hambatan, menghubungkan pengunjung dengan situs-situs ikonik sekaligus denyut kehidupan sehari-hari warga.
Kedekatan ini menciptakan pengalaman yang terasa lebih utuh bukan hanya melihat kota, tetapi merasakannya.
Konsep yang diusung menyasar individu dengan mobilitas tinggi dan rasa ingin tahu yang besar. Mereka yang datang bukan hanya mencari kenyamanan, tetapi juga pengalaman yang memberi nilai tambah baik dalam perjalanan bisnis maupun liburan.
Desain ruang, sistem pemesanan, hingga pendekatan layanan dirancang untuk mendukung pola hidup yang cepat, efisien, dan tetap berkarakter.
Lebih jauh, hotel ini mencoba menegaskan bahwa modernitas tidak harus menghapus identitas lokal. Sentuhan khas Jogja tetap hadir, membingkai pengalaman dengan nuansa budaya yang hangat dan akrab.
Di sini, teknologi dan keramahan tidak berdiri sendiri, namun, saling melengkapi untuk menciptakan keseimbangan antara fungsi dan rasa.
Di belakang pengelolaan hotel ini berdiri PHMHOTELS, bagian dari Panorama Group, yang telah lama berkecimpung dalam industri pariwisata nasional.
Dengan jaringan properti yang tersebar di berbagai kota besar hingga destinasi wisata utama, perusahaan ini membawa standar layanan yang teruji sekaligus membuka ruang bagi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Kehadiran THE 1O1 Hotel Yogyakarta Tugu pada akhirnya bukan hanya soal akomodasi, tetapi tentang bagaimana sebuah tempat dapat membentuk pengalaman yang lebih bermakna.
Ketiga hotel tersebut menjadi ruang pertemuan antara mobilitas modern dan identitas lokal, sebuah upaya menghadirkan cara tinggal yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberi kesan yang bertahan lebih lama dari sekadar kunjungan singkat.

















