PALEMBANG, fornews.co – Ratusan emak-emak pendukung Prabowo – Sandi yang tergabung dalam Komando Barisan Rakyat Anti Pemilu Curang (Kobarkan Perang) mendatangi KPU Kota Palembang, Rabu (24/04).
Mereka hadir untuk memberi dukungan dan memperingatkan KPU Palembang tetap menjaga netralitas dan bekerja profesional dalam menyelesaikan proses Pemilu Serentak 2019. Apalagi di berbagai daerah telah terjadi beragam aksi kecurangan yang menodai pelaksanaan pesta demokrasi ini.
Sekitar pukul 10.45 WIB, emak-emak dan relawan pendukung Prabowo – Sandi mulai mendekat ke kantor KPU Palembang. Namun karena dihadang barikade puluhan petugas kepolisian dibantu TNI sekitar 10 meter dari gerbang KPU, para relawan pun melakukan orasi di jalan akses masuk KPU Palembang. Tak berapa lama, perwakilan emak-emak pun diterima komisioner KPU Palembang di dalam gedung.
“Kami ingin di lembaga yang terhormat ini, anggotanya bekerja tanpa intimidasi, jujur, sesuai dengan sumpah jabatan mereka,” ujar Koordinator Aksi Eny Gusnita usai menemui komisioner KPU Palembang.
Menurut Eny, meski pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 diketahui menang di Kota Palembang, tapi massa menuntut prosesnya dilakukan dengan mengedepankan kejujuran.
“Kami datang kesini untuk mensupport bapak-bapak disini untuk bekerja sesuai porsinya,” tegas Eny.
Disampaikan Eny, banyak sekali temuan di lapangan mengenai pelanggaran Pemilu maupun peristiwa khusus seperti surat suara yang kurang di TPS. Semua berkas mengenai temuan dan bukti-buktinya telah diserahkan kepada Ketua KPU Palembang.
“Soal surat suara yang kurang sudah diklarifikasi penyebabnya dan kami bisa terima alasannya. Makanya perlu klarifikasi berbagai kekurangan dan temuan di lapangan yang tentunya tidak bisa dihindari dari kecurigaan,” katanya.
Koordinator Lapangan Aksi, Dina Tanjung menambahkan, pada Pemilu 2019 ini, relawan Capres dan Cawapres nomor urut 02 tidak punya perangkat apa-apa kecuali emak-emak yang berjaga di TPS hingga PPK di kecamatan.
“Kami tidak punya amunisi, kami tidak punya senjata, kami cuma punya ghiroh (semangat) ingin KPU ini bekerja jujur, adil, dan tidak memihak kemanapun. Keinginan kami tentu saja kemenangan 02 adalah kemenangan terhormat dan bermartabat,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Palembang Eftiyani berterimakasih dengan kedatangan emak-emak ini. Menurutnya, emak-emak ini hadir dalam rangka fungsi sosial kontrol terhadap kinerja KPU dalam Pemilu Serentak 2019.
“Yang salah kita akui salah, yang kurang kita akui kurang. Kenapa kita mau membela-bela diri,” tegas Eftiyani.
Mengenai temuan dan laporan yang disampaikan relawan Prabowo – Sandi ini, Eftiyani mengatakan, masih akan dipelajari lebih lanjut. Selanjutnya akan diinventarisir dan diskusikan mana laporan yang akan disampaikan ke KPU Provinsi maupun KPU RI.
“Insya Allah (KPU) Palembang Pemilu netral. Segala macam itu tanggung jawab Ketua KPU,” tukasnya. (ije)
















