JOGJA, fornews.co — Pemerintah Kota Jogja kembali menggelar Festival Angkringan Jogja #3 di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Jogja (PASTHY) pada 25–26 Oktober 2025.
Acara yang diikuti 60 angkringan dan tenan non-angkringan ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah Selatan kota sekaligus memperkuat angkringan sebagai ikon budaya kota setempat.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, festival ini menjadi langkah konkret Pemkot dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Selatan yang selama ini masih tertinggal dibanding wilayah pusat kota.
“Kami berharap ekonomi Jogja bergeser ke Selatan. Di sini sudah ada PASTHY sebagai pasar burung dan tanaman hias. Harapannya ke depan bisa menjadi destinasi wisata religi dan pusat perdagangan,” ujarnya saat membuka festival yang ditandai dengan penyalaan lampu teplok sebagai simbol semangat kebersamaan.
Wawan menambahkan, Pemkot akan memperkuat potensi kawasan tersebut dengan peningkatan SDM pedagang dan pendataan komunitas PASTHY melalui Dinas Perdagangan.
“Fokus kami adalah menjadikan Yogya Selatan sebagai sentra ekonomi baru. Ekonomi tidak hanya menumpuk di tengah kota, tetapi bergerak merata hingga ke pinggiran,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan bahwa Festival Angkringan kali ini digelar di PASTHY untuk menarik lebih banyak pengunjung ke pasar tersebut.
“Sebelumnya dua kali di Pasar Ngasem dan selalu ramai. Kami pindahkan ke PASTHY agar ramainya menular ke sini. Harapannya, kunjungan meningkat dan pendapatan pedagang ikut naik,” ujarnya.
Menurut Veronica, angkringan bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang sosial khas Jogja.
“Angkringan adalah simbol interaksi tanpa batas, tanpa sekat, tanpa pandang suku, agama, atau ras. Itu yang membuatnya istimewa dan dirindukan pendatang,” jelasnya.
Festival ini juga dimeriahkan dengan hiburan rakyat, bazar sembako murah, kompetisi, pembacaan tarot, hingga peluncuran pembayaran parkir digital QRIS di Pasar Beringharjo dan PASTHY.
Salah satu pedagang angkringan peserta festival, Karsinah, mengaku senang dapat berpartisipasi.
“Senang sekali, ini pertama kali ikut. Bisa menambah pendapatan dan ramai pengunjung,” tuturnya.
Festival Angkringan Jogja yang diadakan rutin tiap tahun ini diharapkan menjadi ajang promosi budaya dan penggerak ekonomi rakyat, sekaligus memperkuat identitas kota sebagai kota angkringan yang hangat, inklusif, dan penuh rasa guyub.

















