PALEMBANG, fornews.co – Peremajaan atau penanaman ulang (replanting) kelapa sawit rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tahun lalu menyisakan pekerjaan rumah berupa limbah padat batang pohon sawit dengan jumlah besar. Hal itu cukup memberatkan petani karena untuk pembersihannya menelan biaya yang tidak sedikit.
Permasalahan ini tak luput dari perhatian Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi. Beni yang bekerjasama dengan Dewan Riset Daerah (DRD) Muba berkoordinasi mencarikan solusi agar batang kelapa sawit yang selama ini menjadi limbah bisa dimanfaatkan sehingga dapat bernilai ekonomis bagi petani.
Beni mengatakan, sebagai percontohan nasional ada 4.446 hektare kelapa sawit rakyat Muba di-replanting dan Muba berkomitmen juga menjadi percontohan dalam pengelolaanya. “Sebagai kabupaten lestari kami memiliki semangat sustainable dan menjadi percontohan pengolahan dengan baik di Indonesia,” ujar Beni saat bertemu dengan DRD di kantor perwakilan Palembang, Selasa (29/05).
Menurut Beni, masih ada replanting yang akan dilakukan di Muba. Dia berharap bantuan dari DRD Muba bisa membantu masyarakat Muba mengurangi biaya replanting bahkan diharapkan menambah nilai ekonomis bagi masyarakat.
“Kami harap sarannya bisa langsung diuji coba dengan skala kecil dulu. Jika berhasil akan kita bangun pabrik dan perhatikan juga pangsa pasarnya. Saya yakin petani sawit di Muba akan senang menyambut ini,” katanya.
Sementara itu ilmuwan Indonesia, Profesor Oki Muraza menyarankan batang kelapa sawit bekas replanting bisa dijadikan sebagai bahan kayu pembuatan mebel, sementara bagian atasnya jadi glukosa dan cangkangnya bisa di jadikan karbon aktif.
“Jika berhasil uji coba, produksinya akan kita lakukan di Muba sehingga akan menyerap tenaga kerja. Sudah tentu akan menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat Muba secara umum dan petani sawit pada khususnya,” bebernya. (ije)

















