PALEMBANG, fornews.co – Persoalan distribusi listrik di Kabupaten Musi Banyuasin yang berada di bawah naungan PT Muba Electric Power (MEP) terus dibenahi. Permasalahan tunggakan pelanggan yang menyebabkan PT MEP merugi menjadi perhatian serius Pemkab Muba di bawah komando Bupati Muba Dodi Reza Alex.
Dalam upaya tersebut, PT MEP berencana menggandeng PT Miota untuk mengalihkan dan memfasilitasi pelanggan PT MEP dari sistem pembayaran Kwh pascabayar menjadi sistem pembayaran Kwh meter prabayar dengan sistem aplikasi yang bisa di akses melalui smartphone atau android. Tercatat, saat ini ada sebanyak 47.000 lebih pelanggan listrik PT MEP yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
“Jadi, dengan beralih ke sistem prabayar ini bisa meminimalisir pelanggan yang menunggak,” ucap Direktur PT MEP Humaidi di sela Presentasi Sistem Pembayaran Kwh Meter Prabayar (Token) di Hotel Excelton, Palembang, Sabtu (02/11).
Selain itu, dengan sistem yang di-handle oleh PT Miota yang bekerjasama dengan PT MEP ini selain bisa dikendalikan juga bisa meminimalisir kecurangan pemakaian listrik yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Founder PT Miota Internasional Teknologi Asto Subroto mengatakan, keuntungan yang bisa diperoleh dengan sistem prepaid yang disediakan oleh PT Miota yakni menghilangkan tunggakan listrik dari pelanggan, memonitor kemungkinan terjadinya kebocoran listrik, dan mengurangi risiko kerusakan trafo.
“Sementara untuk keuntungan pelanggan yakni memberikan kepastian pengukuran penggunaan listrik pelanggan, memudahkan pelanggan dalam pembayaran listrik, dan mempercepat pelayanan pelanggan ketika terjadi gangguan,” terangnya.
Dikatakan Asto, konsep yang ditawarkan PT Miota ini adalah desain tol langit yakni jaringan yang dibangun tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan listrik saja tetapi juga untuk kebutuhan percepatan kemajuan teknologi lainnya.
“Jadi konsep tol langit yang kita bangun nantinya bisa juga untuk peluang lain yakni Agro 4.0, Monitoring Karhutla, Early Warning System untuk Bencana Banjir, Gas Monitoring, dan Monitoring Pengelolaan Sampah,” ujarnya.
Dijelaskan Asto, teknologi prepaid Longe Range Radio Access (Lora) yang ditawarkan PT Miota berbeda dengan teknologi pada umumnya.
“Sudah kami kalkulasikan, kalau diakumulasikan untuk wilayah Muba hanya membutuhkan 24 unit Lora sudah bisa mengcover seluruh wilayah Muba yang bisa di remote dari jarak jauh dan untuk melakukan sistem pembayaran dipermudah dengan sistem aplikasi yang nantinya akan disediakan PT Miota,” jelasnya.
Bupati Muba Dodi Reza Alex melalui Sekretaris Daerah Muba H Apriyadi menyebutkan, secara prinsip Pemkab Muba akan mendukung dan yang paling penting konsep teknologi ini nantinya bisa mendukung memaksimalkan distribusi listrik warga Muba di bawah naungan PT MEP.
“Sepenuhnya nanti akan dikoordinasikan oleh PT MEP bersama PT Miota. Pemkab Muba akan mendukung yang penting konsep yang ditawarkan dapat meningkatkan pelayanan untuk warga Muba,” ulasnya.
Lanjut Apriyadi, kerja sama ini juga mengusung rencana jangka panjang yang sangat sarat mengikuti perkembangan teknologi. “Targetnya tidak hanya urusan listrik, tapi ini sangat selaras dengan konsep smart city yang diimplementasikan di Muba,” pungkasnya. (ije)

















