SEKAYU, fornews.co – Mendukung eksplorasi Gambo Muba, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin menggandeng Studio Hendro Hadinata. Penandatanganan MoU dilakukan di Sekayu, Jumat (14/08).
“Gambo Muba ini produk lokal yang di-handle langsung oleh perajin lokal asli Muba dan memiliki daya saing global. Oleh sebab itu, karena harus terus ada inovasi, perlu ada pendampingan, dan Studio Hendro Hadinata sangat tepat dalam hal ini,” ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex usai Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan Studio Hendro Hadinata Tentang Pengembangan Produk Unggulan Gambo Muba.
Dodi mengatakan, Gambo Muba adalah tekstil khas metode jumputan yang diwarnai dengan dicelup getah gambir yang awalnya dianggap limbah dan dibuang percuma. Kini pasangan suami istri Dodi Reza Alex dan Thia Yufada mampu mendorong perajin gambir dengan merubah limbah menjadi pewarna utama kain. Sebagai produk Eco Fashion, Gambo Muba memakai 100 persen pewarna anti kimia.
“Ini juga menjawab isu international bahwa lebih dari 50 persen limbah kimia berasal dari limbah tekstil. Gambo Muba adalah aksi alternatif dan sumbangan Muba untuk dunia tekstil, produk ini tidak menghasilkan limbah kimia tetapi memanfaatkan limbah getah gambir sebagai pewarna alami Gambo Muba,” terangnya.
Dengan kerja sama ini nantinya, lanjut Dodi, selain memaksimalkan pengembangan desain produk gambo Muba tetapi juga akan melakukan pembinaan kepada perajin Gambo Muba.
“Target kita tidak hanya produk saja, tapi perajin juga semakin berkembang dengan inovasi-inovasi yang didapat,” harapnya.
Dodi berpesan kepada Dinas Perkebunan, untuk memastikan suplai bahan baku Gambo Muba ini harus terus menerus ada, karena kalau bahan baku habis maka roda produksi akan terkendala. Jadi program replanting gambir untuk masyarakat petani gambir, mutlak harus terus ada.
Selanjutnya untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muba, agar sebanyak mungkin melibatkan UMKM dan memberdayakan para penjumput perempuan di desa-desa, karena dengan demikian mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi COVID-19.
Ketua TP PKK Muba, Thia Yufada menyebutkan kerja sama ini juga merambah pada prototipe desain dan aplikasi Gambo Muba pada produk interior, art decor, furniture dan arsitektur.
“Sebagaimana kita ketahui Gambo Muba telah memperluas pangsa pasar menjadi produk non fashion yakni menjadi bahan untuk kelengkapan furniture dan interior hotel, bahkan sudah beberapa hotel bintang lima di Jakarta yang memakai Gambo Muba sebagai kebutuhan interior,” tuturnya.
Peraih Penghargaan Perempuan Hebat Indonesia 2019 ini optimis produk asli daerahnya ke depan dapat terus bersaing. Sehingga memang harus ada inovasi-inovasi kekinian yang terus berkembang.
“Sesuatu yang tidak berguna kami coba manfaatkan dengan maksimal supaya memiliki nilai tinggi dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, terutama untuk perkembangan industri tekstil,” katanya.
Thia menyebut Gambo Muba sebagai eco fashion yang mampu mengangkat ekonomi petani getah gambir lantaran dikerjakan oleh tangan-tangan terampil para ibu di desa. Hasilnya telah menambah penghasilan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan.
“Terpenting dalam pengembangan dan inovasinya Gambo Muba akan mengusung tiga pilar prinsip produksi yaitu hanya menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan demi prinsip keberlangsungan dan kelestarian juga gambo Muba akan terus menggunakan limbah, Gambo hanya akan memakai hal-hal yang berbahan dasar alami, serta Gambo Muba hanya diproduksi dari, untuk dan bagi kesejahteraan masyarakat Musi Banyuasin yaitu keberpihakan pada ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Thia optimis dengan adanya kerja sama bersama Studio Hendro Hadinata ini Gambo Muba akan terus berkembang dan berinovasi baik di level nasional maupun internasional.
Founder Studio Hendro Hadinata, Hendro Hadinata menyebutkan, sejak melihat Gambo Muba dirinya tersadar ternyata begitu banyak hal baik di negara tercinta ini yang harus dikembangkan.
“Tahun kemarin kami berkesempatan mengikuti pameran di Tokyo, begitu banyak para desainer dan arsitek dunia bicara, pada dasarnya semua desain akan kembali ke natural, kembali ke budaya kerajinan tangan kita sendiri,” ucapnya.
Gambo Muba, menurut Hendro, punya tradisi yang kuat dan harus dikembangkan, jangan hanya berhenti di dunia fashion saja. Tentu wastra ini dapat dimasukkan dalam produk interior dan dekoratif. Beberapa contoh yang sudah dikembangkan, seperti pada kain sofa, sehingga proyek di sebuah hotel bahkan presidensial bisa digunakan.
“Kami sudah mencoba pewarna alami getah gambir ini pada sebuah kayu alami putih polos, ternyata pewarna getah gambo ini bisa mengubah warna lebih indah. Nah ketika ini diaplikasikan pada interior bisa jadi semodern ini. Maka dari itu kami optimis produk Gambo Muba mampu menjadi tren furniture berdaya saing global,” pungkasnya. (ije)

















