PALEMBANG, fornews.co – Mantan kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu memiliki pengalaman mengerikan pada gempa yang mengguncang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/09) sore. Bahkan Ferry nyaris kehilangan nyawanya pada gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) itu.
Ferry yang saat gempa terjadi sedang berada di kamar mandi sempat terjebak. Bahkan saat bisa keluar kamar mandi, Ferry mengalami kesulitan menemukan jalan keluar rumah karena situasi yang gelap tanpa penerangan karena terputusnya aliran listrik. Belum lagi dinding dapur dan ruangan tengah rumah yang ambruk menambah kesulitan Ferry untuk keluar.
“Rumah retak, bagian dalam hancur semua. Tidak ada yang tersisa,” katanya.
Kondisi yang lebih parah terjadi pada kediaman keluarganya. Gempa yang menyebabkan tsunami di Donggala menyapu rumah keluarganya itu sampai rata dengan tanah.
“Rupanya seperti ini tsunami, benar-benar menakutkan, semua hancur, banyak rumah keluarga yang hancur karena tsunami. Akses jalan putus, jembatan putus, jaringan (telekomunikasi) putus, penerbangan pun putus,” ujarnya.
Mantan kiper Timnas Indonesia ini menyebut, karena tidak ada jaringan telepon, dirinya sempat kesulitan untuk menghubungi keluarganya di Palembang. Bahkan baru hari ini, Ferry baru bisa melakukan komunikasi lewat sambungan telepon memberikan kabar kondisinya.
“Alhamdulilah kami selamat. Kalau ingat kejadian semalam tidak tahu lagi. Pasrah saja,” ucap Ferry yang berada di Palu karena belum lama ini sang ibunda meninggal dunia. (ije)

















