PALEMBANG, fornews.co – Ketersediaan aliran listrik hingga ke pelosok daerah menjadi salah satu prioritas Pemprov Sumsel. Bersinergi dengan PT PLN (Persero), hal itu terus diupayakan untuk diwujudkan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak PLN atas sinerginya selama ini, apalagi Sumsel memiliki SDA yang luar biasa yang dapat terkelola dengan baik minimal untuk masyarakat Sumsel itu sendiri,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima Direktur Bisnis Regional Sumatra dan Kalimantan PT PLN (Persero) Pusat, Wiluyo Kusdwiharto, Senin (24/5/2021).
Menurut Deru, listrik ini benar-benar sangat dibutuhkan masyarakat tak terkecuali di beberapa wilayah di Sumsel. Misalnya di Desa Wahyu Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, di mana kebutuhan listrik sangatlah penting bagi para penambak udang. Sebab selama ini untuk memenuhi kebutuhan listrik petambak terpaksa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang menelan biaya cukup mahal.
“Para petambak udang disana terbebankan listrik bukan pakan. Kenapa mereka cuma berani panen 70 hari dan tidak berani panen sampai 110 hari, hal itu karena biaya yang cukup mahal. Nah dengan adanya listrik masuk tambak, tentu panen udangnya bisa 110 hari dan udang yang dipanen akan memiliki bobot yang lebih baik,” kata Deru.
Deru menambahkan, ada langkah konkret yang dilakukan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UIW S2JB) Daryono yang pada saat itu berkomitmen untuk mengaliri listrik di beberapa desa yang masuk dalam taman nasional.
“Saya minta sinergi dari pihak PLN sehingga ada solusi untuk dapat mewujudkan desa di Sumsel ini teraliri listrik 100 persen termasuk di dalam kawasan taman nasional,” tuturnya.
Deru juga mengajak PLN untuk memperluas cakupan menjadikan Sumsel sebagai pengembangan energi terbarukan salah satunya yang sudah terapkan di Kota Pagaralam.
“Seperti di Pagaralam, yang menjadi satu-satunya kota menjadi energinya terbarukan. Jika ini terwujud akan menjadi satu-satunya di Indonesia sebagai kota percontohan energi terbarukan. Saya ingin dukungannya ini,” kata Deru.
Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sumatra dan Kalimantan PT PLN (Persero) Pusat, Wiluyo Kusdwiharto menyebutkan, dalam waktu dekat akan diresmikan pasokan listrik di empat kabupaten di antaranya Kabupaten OKI, Muara Enim, OKU Selatan dan Banyuasin.
“Untuk di OKI aliran listrik akan masuk ke Desa Wahyu Mandira Kecamatan Sungai Menang. Kemudian di Desa Sinar Baru, Kecamatan Buay Pemaca, Kecamatan OKU Selatan. Kemudian ada dua desa di Kabupaten Banyuasin dan tiga desa di Kabupaten Muara Enim. Kami harap akan pada akhir bulan Juni nanti kesediaan pak gubernur untuk menghadiri peresmiannya,” tuturnya.
Wiluyo mengharapkan Gubernur Sumsel untuk terus mendukung pihaknya dalam menyuplai aliran listrik bagi masyarakat Sumsel. Tak hanya itu, PLN juga akan mendukung kebijakan Gubernur Sumsel yang menginginkan Sumsel 100 persen teraliri listrik.
“Kami siap mendukung keinginan pak gubernur,” tegasnya.
Wiluyo menyampaikan, dengan memiliki sumber energi yang berlimpah di Sumsel, PLN akan memasok listriknya ke Provinsi Bangka Belitung mengingat di sana membutuhkan listrik untuk tambak udang.
“Kebutuhan di Sumsel ini listriknya berlebih maka kita akan pasok ke Provinsi Bangka Belitung mengingat di sana memiliki potensi udang yang luar biasa. Dua tahun lalu kami sudah lakukan dengan suplai melalui kabel dasar laut dan saat ini sedang konstruksi. Kami mohon izin dan dukungannya dari pak gubernur semoga ini berjalan lancar,” katanya. (ije)
















