PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru memenuhi janjinya menggelar Rembuk Bersama Gubernur Sumsel Mewujudkan Masa Depan Sriwijaya FC Sebagai Klub yang Sehat dan Profesional. Kegiatan berlangsung di Krakatau Ballroom, Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (14/01) malam.
Rembuk bersama ini dihadiri tokoh-tokoh sepak bola Sumsel khususnya mereka yang pernah berkaitan dengan Sriwijaya FC. Dalam sambutannya, HD menegaskan hadir disini sebagai pecinta SFC sekaligus Gubernur Sumsel.
“Saya hadir sebagai gubernur karena ini butuh campur tangan meski tidak boleh terlalu dalam. Sore tadi terkonfirmasi dengan jelas, Pemprov Sumsel tidak punya saham sekali di SFC. Cuma ada pembenaran Yayasan Sepak Bola Sriwijaya itu didirikan oleh Pemprov Sumsel,” ujar HD.
HD menegaskan, tidak ingin aset moril masyarakat Sumsel ini dijadikan panggung sandiwara. Oleh karenanya secara pribadi maupun Gubernur Sumsel, HD mohon bantuan semua pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Saya ingin berhenti konflik ini. Sebab seperti tertusuk paku, dicabut sakit dak dicabut tetanus. Harus legowo, lepas kepentingan pribadi. Kalau memang ini untuk kebaikan, dengan segala kerendahan hati, saya minta pak Muddai mundur,” tegas HD.
HD meminta Rembuk Bersama ini mencari jalan keluar. Bagaimana konsekuensinya kalau memang Muddai mengurus SFC kedepan. Kalau tidak mengurus SFC apa rekomendasinya. HD meminta Rembuk Bersama ini dilaksanakan sampai dengan ada rekomendasi yang jelas.
“Sebagai gubernur saya minta jangan ada konflik dalam penyelesaian masalah ini. Jangan sampai karena sentimen pribadi lalu menghambat proses penyelesaian ini. Jangan sampai rekomendasi malam ini justru ngubur SFC,” tutur HD.
“Kesimpulan paling esktrem, secara pribadi saya minta saham Muddai untuk diserahkan. Pesan saya jangan buat konflik baru. Selesaikan dengan kepala dingin. Jangan pulang kalau tidak ada rekomendasi final malam ini,” tegas HD. (ije)
















