SEKAYU, fornews.co – Pasien dalam perawatan (PDP) 26 di Kabupaten Musi Banyuasin, meninggal dunia Kamis (23/04). Meski hasil swab test yang bersangkutan belum keluar, namun jenazahnya dimakamkan dengan SOP pemakaman korban COVID-19.
“Sebelumnya PDP ke-26 asal Muba ini mendapatkan perawatan di RS Palembang, kemudian karena kondisi kesehatan sudah mulai membaik maka pasien ini berangkat ke Sekayu dan sempat berada di rumah selama lebih kurang 4 hari. Lalu kondisi kesehatannya memburuk dan segera dibawa ke RSUD Sekayu. Kemudian pukul 18.30 WIB pada Kamis (23/04) meninggal dunia. Kalau dari hasil rapid test, pasien ini positif (COVID-19). Namun kita tetap masih menunggu hasil swab test berdasarkan protokol kesehatan COVID-19,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Muba dr Povi Pada Indarta, Jumat (24/04).
Povi menyatakan, PDP-26 tersebut memiliki komplikasi penyakit penyerta yang cukup serius seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, ginjal dan infeksi paru saat dirawat di RS Sekayu.
“Untuk memastikan hasil diagnosa, prinsipnya kita masih menunggu hasil swab test untuk mengkonfirmasi apakah yang bersangkutan positif COVID-19 atau tidak. Meski demikian, petugas medis wajib tetap mematuhi SOP Protokol Kesehatan COVID-19,” katanya.
Tak hanya pengurusan jenazah saat di rumah sakit, lanjut Povi, bahkan saat pemakaman yang dilaksanakan hari ini juga dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan meski jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga. “Tetap mengikuti SOP Protokol Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengimbau kepada masyarakat Muba tidak perlu panik atas meninggalnya satu orang PDP. Sebab semua prosedur yang dijalankan bersama Gugus Tugas mengacu kepada protokol kesehatan dan regulasi yang berlaku demi kebaikan bersama. Dodi pun mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya PDP-26 Muba dan ia memastikan proses pemakaman tetap akan dilakukan sesuai SOP Protokol Kesehatan.
“Meski masih menunggu hasil swab test namun pelaksanaan pemakaman akan dilakukan sesuai SOP protokol kesehatan (COVID-19) demi kebaikan kita semua,” tegasnya.
Dodi juga mengimbau, agar umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa khususnya tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 menjaga asupan vitamin dan gizi selama bertugas.
“Jaga kesehatan dan tetap utamakan safety saat bertugas. Kita sama-sama berdoa dan berupaya memutus rantai penularan COVID-19 di Muba. Bagi warga Muba yang ada di perantauan, tunda mudik lebaran tahun ini demi kebaikan keluarga di kampung halaman dan kebaikan diri sendiri,” tukasnya. (ije)
















