INDRALAYA, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru merasa terharu dan terbawa perasaan (baper) mengikuti peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-23 Tingkat Provinsi Sumsel yang digelar di Panti Lansia Harapan Kita, Indralaya, Ogan Ilir, Kamis (04/07).
Sejak memberi sambutan acara resmi hingga menengok lebih dekat kehidupan para lansia penghuni panti Harapan Kita, Deru mengatakan bersyukurlah bagi para anak yang masih memiliki orang tua dan masih diberikan kesempatan untuk mengurusnya hingga tua.
Deru menyebut, kedua orang tuanya telah meninggal dunia dan kini hanya tinggal berbakti kepada ayah dan ibu mertua. Menurut Deru, siapa pun itu pasti menginginkan kebahagiaan hidup di usia lanjut.
“Hari ini menjadi hari yang sakral bagi anak. Saya haru. Jadi hari ini saya tinggalkan dulu tugas-tugas kantor saya, (karena) menganggap hadir di acara ini wajib, mendengar dan melihat kondisi para lansia kita yang terwakili dari seluruh penjuru Sumsel di sini,” kata Deru diwawancara awak media seusai meninjau fasilitas wisma dan tempat makan para lansia.

Menurut Deru, acara seperti ini seyogyanya bukan acara seremonial saja. Karena kewajiban memberikan perhatian kepada lansia bukan hanya saat peringatan HLUN, tapi harus ditunjukkan setiap hari.
“Kita harus jujur, kita harus memperbaiki perhatian kepada lansia ini. Kita semua, bukan hanya gubernur, tapi seluruh jajaran yang punya kemampuan kita berikan perhatian lebihlah,” tegasnya.
Lanjut Deru, acara ini sengaja diminta oleh Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia, agar dilaksanakan di panti lansia sehingga semua orang tahu dan merasakan bagaimana kondisi lansia itu sebenarnya.
“Acara di sini untuk mengingatkan kita semua. Sebenarnya bisa saja dilaksanakan di Griya Agung, tapi tentunya kalangan terbatas yang hadir. Dengan acara ini di sini, termasuk kalian menjadi tahu, bgaimana kita masih sangat kurang perhatian terhadap kaum jompo, lansia,” tuturnya.
“Kita tidak ingin, kan seperti banyak negara di belahan dunia yang orang tuanya tidak diasuh di rumah, tapi dititip di panti. Kultur kita tidak begitu. Kultur kita sebagai orang timur itu, memberikan perhatian kepada orang tua sampai akhir hayat,” imbuhnya.
Dari hasil pantauan sekitar 20 menit melihat sejumlah fasilitas ruang masak, tempat makan serta tempat tidur para lansia, Deru menegaskan ke depan sangat perlu banyak perbaikan.
“Kalau higienis (tempat makan dan masak) kita akuilah, makin baik. Tapi tentunya perlu kenyamanan mereka ini,” ujarnya.
“Saya akan perbaikilah, mulai dari infrastruktur, pelayanannya, makannya, ini jadi perhatian. Kita akan menggandeng pihak ke tiga, tadi ada juga pihak perbankan yang ikut (meninjau), semua harus terlibat-lah, semuanya punya orang tua toh,” imbuh dia.

Pada kesempatan ini, Deru juga mengimbau kepada keluarga lansia yang masih ada, agar tidak begitu saja melepaskan tanggung jawab kepada petugas panti.
“Kepada keluarganya mungkin tidak salahlah kalau tetap meninjau, mengunjungi orang tuanya di sini, jangan semuanya diserahkan kepada petugas,” tukasnya.
Pada kesempatan ini juga, Pemprov Sumsel memberikan kado pernikahan kepada para pasutri lansia yang menginjak usia pernikahan emas atau 50 tahun.(bas)

















