
PALEMBANG, fornews.co-Ketua DPD II Hiswana Migas Sumbagsel, Bayumi Usman Diah menyampaikan, pemerintah akan akan memberlakukan distribusi tertutup atau atau menggunakan kartu miskin untuk pendistribusian gas bersubsidi 3 kilogram (kg). Hal ini mengantisipasi, agar pemilik mobil mewah tidak menggunakan gas bersubsidi.
“Rencananya ke depan memang seperti itu, tapi masih dalam survei dan baru akan diberlakukan di pulau Jawa dan Kalimantan. Ini juga merupakan kewenangan pemerintah, sementara kami sebagai ujung tombak harus menyampaikan betul-betul ke masyarakat miskin yang membutuhkan,” ujarnya kepada wartawan yang ditemui di sela-sela acara Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD II Hiswana Migas Sumbagsel di Hotel Santika Palembang, Jumat (20/01).
Menurut dia, mengenai hal demikian itu, Hiswana Migas tidak punya kebijakan. Melainkan, pihaknya berfungsi mendistribusikan gas baik bersubsidi (3 kg), dan tidak bersubsidi (Brightgas 5,5 kg dan 12 kg). Selain itu, sambung Bayumi, pihaknya juga berperan untuk mensosialisasikan agar pendistribusian gas terutama yang bersubsidi tepat sasaran.
“Jadi, kami sangat mengimbau masyarakat ekonomi menengah ke atas, tidak lagi menggunakan gas bersubsidi. Kan ada brightgas 5,5 kg atau 12 kg. Itu yang seharusnya mereka gunakan. Jangan mereka menggunakan mobil mewah, tetapi masih menggunakan gas bersubsidi,” imbaunya.
Mengenai kelangkaan yang masih saja dirasakan masyarakat di Sumsel, hal itu dibantah oleh Bayumi. Dia menegaskan, bahwa tidak ada kelangkaan. Karena penyaluran yang dilakukan sudah sesuai dengan pengajuan berdasarkan hasil survei di lapangan. Itu merupakan ketentuan dari pemerintah dalam hal ini yang menentukan kuota itu DPR di seluruh indonesia. Jadi Sumbagsel menyerahkan kebutuhan ke pemerintah dan DPR.
“Yang menjadi permasalahan masih banyaknya masyarakat mampuh juga menggunakan gas bersubsidi itu tadi. Makanya kami tekankan lagi, masyarakat mampu janganlah masih menggunakan gas bersubsidi,” tegasnya.
Adapun jumlah kuota gas bersubsidi di Sumsel, sendiri dirinya mengaku tidak hafal. Hanya saja, dirinya meyakinkan kalau di 2017 tidak akan terjadi kelangkaan gas bersubsidi. “Apalagi nantinya sistem pendistribusian tertutup sudah diberlakukan. Olehkarenanya, kita juga berharap kepada kepengurusan (Hiswana Migas Sumbagsel) yang baru akan lebih baik lagi,” pungkasnya. (ibr)
















